Yth Pengurus Yayasan NFBS,
Kami mendapat keluhan dari anak kami di asrama ABC,sudah beberapa hari ini air mati sehingga ada air tetap[I kotor selesai madi badan jadi gatal2.
Dan juga karena anak kami kelas 10 C SMA,pada saat dilaksanakan UAn mereka tidak libur,sedangkan semua sekolah apabila UAn dilaksanakan selalu kelas dibawahnya libur
Jadi dengan kebersamaan air mati dan UAN barangkali bisa usu untuk dapat dilburkan dulu.
Demikian disampaikan terima kasih,dan mohon maaf bila kurang berkenan.
Wassalam Wr Wb,
This is my workplace - my sky which will be filled by my clouds of thoughts and appears as a beautiful panorama.
22 April 2009
rese banget
18 March 2009
i'm lost :(
Ya, gue ilang :(
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
And the story begins..
Hari Senin ditengah kekhusyuan gue ngerjain soal Physics, Mbak Sri tiba-tiba masuk dan berkata,
"Nanti yang mau ikut seleksi OSN tingkat sekolah, tulis namanya di kertas ini ya. Ini saya kasih ke ketua kelas (dalam hal ini Irfan)"
hmm.. awalnya sih gue gg tertarik buat ikut OSN sejak gue menyadari kalo gue emang gg cocok buat ikut olimpiade, cocoknya ikut lomba biasa aja..
*FLASHBACK*
-deenz, SMP kelas 2 @ Nurul Fikri Boarding School-
Hari itu merupakan hari yg paling gue tunggu, sejak guru biologi gue mengeluarkan petisi bahwa nanti ada 13 anak yg bakal ikut seleksi OSN tingkat sekolah, dan gue termasuk. Bidang yang diujikan ada biologi, fisika dan matematika. Sejenak gue berpikir, gue mau pilih yg mana ya? Biologi? Entah kenapa daya ingat gue cepet banget hilang. Fisika? Lumayan gampang sih (untuk saat itu) Matematika? Dan akhirnya gue memutuskan untuk memilih matematika.
Guru biologi yg
DENG! Gue kaget
Ternyata bukan kami yg disuruh memilih, tapi kami semua diberikan ketiga mapel tersebut! Aduh mana soal biologi pake soal persiapan MOSI (Menuju Olimpiade Sains I..? entah Indonesia atau Internasional) yg diselenggarakan tahun lalu, dan gue nggak ikut. Pintar sekali. Fisika.. ternyata gg segampang yg gue sangka. Matematika.. logika semua (baca: tipe soal olimpiade). Akhirnya dengan suram gue ngerjain soal" biadab itu.
Hari pengumuman tiba..
Ternyata gue gg keterima, karena yg diambil 3 orang utk biologi, 3 orang utk fisika, dan 3 orang utk matematika. Sempet terbersit rasa kecewa sih.. tapi nggak apa" lah. Belom rezeki kali. Pas gue tanya nilainya, ternyata gue dapet yang paling tinggi di Matematika se-Tholibah (murid cewek. ah gg gaul ah gg tau ;P) tapi nilai gue cuma 2 dari 10 soal^^; Akhirnya setelah seleksi OSN itu, yang lolos biologi cewek semua.. fisika 1 cewek 2 cowok.. dan matematika cowok semua. Waw. Tapi dari situ, gue dapet manfaatnya. Dengan gg terpilihnya gue buat ikut OSN, peluang gue buat ikut lomba lain gede banget. Sebut saja Lomba Siswa Teladan, Lomba Cerdas Cermat, English Debate, dan lain-lain. (maaf yaa.. gg maksud sombong :( )
-deenz, kelas X SMAN 8 Jakarta-
Ada selebaran magnetik sanggup yg menarik mataku untuk meliriknya. Ternyata itu nama-nama anak yg bakal ikut seleksi study club untuk persiapan OSN. Dicari" nama gue, kok nggak ada ya. Akhirnya gue baru inget kalo formulir itu dibagiin pas gue sakit seminggu, jadi gue gg kedaftar. Tapi alhamdulillah, anak yg namanya gg ada di daftar boleh ikut. Guepun dilema..
Komputer atau Astronomi yaa?
Alasan:
- Komputer.. gue pernah ikut science clubnya sih, dan untungnya masih ada modulnya. Setidaknya gue punya dasarnya
-Astronomi.. gue tertarik buat nyoba hal-hal yg gue suka. Dan soalnya gue sempet punya cita" buat jadi astronom dan bikin teleskop yg lebih hebat dari Hubble.
Setelah meminta pendapat banyak orang dan diri gue sendiri, gue akhirnya memutuskan buat ikut Astronomi.
Pas tes, soalnya gg jauh beda dari soal ulangan harian geografi. Dan bodohnya, gue masih sempet tidur.
Pas pengumuman, jelaslah gue gg keterima. Gue tidur dan kurang persiapan. Tapi gue menyadari satu keanehan. Kenapa nama Avi ada di hasil Kimia n Astronomi ya? Udahlah, gue pasrah. Toh gue udah sibuk sama Kumon, tutor, dan lainnya.
Tapi baru-baru ini gue sadar (lebih tepatnya berhipotesis) kalo sebenernya gue yg keterima. Masalahnya ada di kode peserta. Buat anak reguler, kode pesertanya ngikut kelas, misalnya kelas XF, kodenya jadi 1F------. Tapi ternyata kode anak inter mirip-mirip gitu... Kan gue kelas X inter A yg kodenya 1A00008. Pas gue cek kode pesertanya Avi baru-baru ini (pas dia masih di reguler; sekarang dia aksel), ternyata kode pesertanya 1A08008 dan itu gg jauh beda sama gue. Pantesan aja komputernya salah masukin nama. Dan pas gue tanya teman gue sesama inter yg keterima study club, mereka bukan 1A0000x, tapi jadi 1J0000x. AAAAAHHHH! Udahlah, nggak apa-apa. Mungkin emang gue gg jodoh sama OSN...
------------------------------------------------------------------------------------------------
Tapi gue pengen nyoba lagi. Bukan astronomi, karena pas dilihat" catetan anak astronomi, gue gg ngerti apa-apa. Yaudah daripada mati di kandang singa, mendingan gue mencoba menoreh nama baru atas nama Komputer. Dan tesnya besok. Doain yaaa semoga lulus :)
OMAKE (a.k.a ekstra): Gue dari jam 12 OL cuma buat nungguin temen gue yg ikut SC (study club) komputer, tapi dia gg OL". Dan gue nyoba" Pascal dan gue gg tau gimana cara run programnya. Sementara itu, gue belom belajar ekonomi dari catetan yg ada 9 lembar bolak balik, padahal besok midtest. bodooooh :(
26 February 2009
moving on..
I want to post this posting as soon as possible; reminding that I face this problem EVERYDAY.
My main problem is.. I'm haunted with my parents' terror that I must transfer to my 'spare' high school, where I spent my junior high time. And I know that they have tried any ways, any arguments, or any mistakes either from me or smandel itself. Well, I chose smandel for my high school because I want to face new circumstances, new environment, new friends (even though I also met some of my elementary and junior high buddies), new challenges and so on. But every day, if I make a single mistake such as I'm easily to be forgotten, my mother always said "You lack of reading Holy Qur'an everyday. Don't NF always used to read 4 pages of Holy Qur'an everyday? You better go back there."
OH MY GOD IT'S KINDA WORST, SILLY SENTENCE THAT I'VE EVER HEARD. No, I'm not blaming the routinities to read Holy Qur'an everyday. But I blamed that she always blame every mistakes that I've done because of that. Well human never escaped from mistakes right? And her biggest mistake is she always do in the name of Qur'an, and also she never realised herself either. That's what I
24:31 And say to the believing women that they lower their gaze and restrain their sexual passions and do not display their adornment except what appears thereof. And let them wear their head-coverings over their bosoms. And they should not display their adornment except to their husbands or their fathers, or the fathers of their husbands, or their sons, or the sons of their husbands, or their brothers, or their brothers’ sons, or their sisters’ sons, or their women, or those whom their right hands possess, or guileless male servants, or the children who know not women’s nakedness. And let them not strike their feet so that the adornment that they hide may be known. And turn to Allah all, O believers, so that you may be successful.
Surat An-Nur: 30-31
"Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat." "Katakanlah kepada wanita yang beriman :"Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka meukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
See? She almost never do these order, except for several people like my Qur'an recite tutors. Especially for those boldies.
I always tried to be istiqomah, to be myself as I used to be in NF. But my parents always see me in different way. Well, maybe because I'm so introverted. I've ever didn't call my parents in 2 months because I don't have any duties or importance to be talked to my parents. I'm not kinda cry baby or mommy's kid that can tell everything about how's school, or your crush, etc. I'm kinda cool, doesn't like to tell anybody about my problems. I'd like to keep it, then forgot it. And because of my school was a boarding school, they don't know anything about my activities there. They don't know that I liked to hide my earphone under my veil and hear mp3 along the school time. They don't know that I liked to forgot easily, spoke wrongly. So, if I had that 'horrible' habits in my junior high, who should be blamed here?
But after I enjoy 7-month-high-school-life, I found that my friends at smandel are much more religious than some of my junior high friends. Without experiencing boarding school life, they know that they have to cover their adornment perfectly (I've ever being told to lower my veil by my friend). They know that they should pray dhuha everyday. Moreover and the most shocking, they know some religion knowledges than I never know! And when I met some of my junior high buddies, some of them have took off their veils, or make it shorter than she wore in past. But not all of them are bad either (but I rarely find my buddies that still istiqomah with those long veil, skirt, and socks).
So, from my experience, should I transfer school? Leave some comments. Thank you for reading my horrible scribbles, but that's what I hold on lately.
30 January 2009
belajar..
Awal"nya sih beneran deh, susah banget! Yg biasanya ada yg nyiapin makanan buat lo, ga ada. Nggak ada yg nyiapin lo bekal ke sekolah (i'm a lunchbox girl :) ). Artinya, gue mesti ngatur dan nyiapin semuanya sendiri, mulai dari ngatur makanan di rumah, sampai nyiapin bekal ke sekolah. Dan artinya juga, gue mesti bangun LEBIH PAGI lagi. Padahal tadinya gue mungkin masih bisa leyeh-leyeh dibangunin jam setengah 5, mandi, sholat, terus berangkat ke sekolah. Sekarang, udah gg mungkin lagi gue kayak gitu. Gue paling telat mesti bangun jam 4 kurang 15 (03.45), nyiapin bekal gue, (mungkin bisa) nyiapin sarapan (walopun gue tau mungkin gg bakal dimakan), terus semua itu gue lakukan paling lambat jam setengah 5 harus langsung mandi, solat, baru sekolah.
Capek? Bisa jadi. Tapi ada yg gue senengin dari ini semua, yaitu gue bisa jadi lebih mandiri, dan gue jadi bisa 'menyalurkan' bakat terpendam gue yg selama ini tak tersalurkan selama kuranglebih 3 tahun. Mungkin lo mikir, harusnya di boarding kan 'bakat masak'nya lebih terasah.. iya gg? Tapi NFBS gg kayak gitu! Bayangin, lo tinggal satu asrama kurang lebih 40 orang, dan tiap satu orang aja nyimpen makanannya di kulkas satu pintu yg kecil itu. Bukan masalah susah ngambil makanan yg gue permasalahkan. Tapi bisa jadi lo lupa kalo lo punya makanan di kulkas itu, ato gg yg parahnya lagi, makanan lo bisa mencair ato busuk lah gara" NF suka mati lampu. dammit. Mati lampunya sukur" 5 menit-an.. Kalo di NF, yang namanya mati lampu paling cepet 3 jam-an! Males deeeh.
Ya, begitulah. Sekarang gue lagi mengusahakan diri buat mem-variasikan masakan, setidaknya ganti menu bekal lah. Masa makannya nugget melulu? Bukan kasian sama guenya, tapi gue kasian sama yg doyan minta bekel gue, kayak Cindy ato Ardi. hehehe peace yo.
Oh iya, kalo tau link tentang masakan" yg enak, apalagi yg simpel, kasih tau gue ya! Dengan syarat utama, GA BOLEH PEDES. I hate chilli so much!
23 December 2008
pasti ada sesuatu yg harus diambil pelajarannya,,
Lokasi ujian terletak di Pantai Karang Suraga, Anyer, Banten. Tapi sebelumnya, ak berangkat dari Depok karena ak nebeng sama Azha dan Kak Hasna. Mereka juga ikut ujian kader. Kami bertigapun tidak langsung menuju lokasi ujian, karena kami berangkat hari Sabtu. Takut kelelahan, maka dari itu kami tidak berangkat hari Minggu. Kami menginap di rumah Usth. Yuli, mantan wali asrama ak pas kelas 1&2 SMP selama 1 malam.
Hari Minggu jam 01:30 pm, seluruh peserta ujian kenaikan tingkat Tapak Suci Putra Muhammadiyah dari Nurul Fikri Boarding School (NFBS) berangkat menuju lokasi ujian menggunakan truk bak terbuka *yang biasanya ngangkut sapi qurban itu lhoo. Lumayan bikin capek juga sih, tapi yg penting kami semua bisa mengikuti ujian dengan baik. Apalagi kami bertiga (ak, Azha, Kak Hasna) gg ada persiapan apa" karena di sekolah kami masing" gg ada ekskul Tapak Suci. Kami hanya bermodalkan nekat dan kemauan untuk menjadi kader.
Sesampainya di lokasi, kami sholat Ashar dan diikuti dengan upacara pembukaan acara. Sesudah itu, ada latihan dan pemantapan jurus yg diujikan. Kami bertiga dengan giat dan penuh semangat meminta kader" yg ada untuk mengajari kami jurus" yg belum dipelajari *modal nekaat. Jumlah peserta ujian ada sekitar 144 orang, dan yang mengikuti ujian kader ada 10 orang, yaitu kami bertiga ditambah kak Pipi, kak Firda, kak Helen, Shofi, Urfi, Prili, Devi.
Sehabis pemantapan jurus, dan diikuti sholat Maghrib yg dijama' sholat Isya, kami belajar dari Pamukat Tapak Suci (semacam handout yg berisi materi ketapaksucian, kemuhammadiyahan, dan keislaman) untuk mengikuti ujian tertulis dan lisan (khusus untuk ujian kader). Oh iya, ujian lisan untuk calon kader juga ditambah dengan dakwah singkat *semacem kultum gitu deh. Setelah itu, ada ujian kejurusan, yaitu ujian dengan memperagakan jurus" yg telah dipelajari sebagai indikator kelulusan naik tingkat. Ujian kami (calon kader) baru dimulai sekitar jam setengah 12 malam, karena pengujinya juga menguji anak" tingkat lain. Akhirnya, kami tidur sebentar, mengumpulkan tenaga untuk mengikuti caraka malam sesudahnya.
Ujian jurus selesai, caraka malampun dimulai. Kami bersepuluh berada dalam satu kelompok yg berangkat lumayan belakangan. Maklum, semua peserta dibagi menjadi 14 kelompok dan kami kelompok ke-13. Caraka malam terdiri dari 4 pos. Tentu saja di tengah perjalanan kami, ada saja panitia yg 'kreatif' menakut"i dgn menjadi pocong ataupun menimbulkan suara" yg cukup membuat seluruh anggota kelompok merinding. Karena kami mengikuti ujian menjadi kader, maka dari itu hampir 3 dari 4 pos mengharuskan kami untuk sparing atau berantem, dan itu cukup menyakitkan, apalagi yg terkena pada bagian" vitalnya. hahaha :D
Caraka malam sangat melelahkan dan kami bersepuluh benar" butuh istirahat. Namun sepertinya takdir berkata lain. Setelah kami melewati pos 4 yg berada dekat basecamp, adzan Subuhpun berkumandang. Kami harus sholat Subuh, baru kami bisa tidur hingga matahari terbit. Sebangunnya dari tidur, kami operasi semut, merapikan dan melipat tenda" yang dijadikan tempat meletakkan tas. Setelah itu, baru kami mengisi perut yg sedaritadi minta diisi. Setelah itu, semua peserta dan panitia mengikuti upacara penutupan yg termasuk didalamnya simbolis penyematan sabuk kepada perwakilan setiap tingkatan. Dan tidak lupa kami, yg juga diberi sabuk biru kami yang baru :)
Setelah itu, kamipun bersalaman dengan panitia dan juga sesama peserta. Dan di akhir acara, tidak lupa kami, para kader baru berfoto dengan segenap kader yg merangkap sebagai panitia. Semua lelah, pegal, senang dan sedih menjadi satu. Lelah dan pegal sesudah mengikuti ujian, senang setelah mendapatkan sabuk biru, dan sedih karena dengan keadaan sangat pegal dan lelah, kami harus kembali ke sekolah menggunakan truk bak terbuka lagi :( hahaha
Semakin naik tingkatan pada Ujian Tapak Suci, makin berat pula beban yg ditanggung. Kami diamanahkan utk tetap melatih keilmuan kami. Dan akupun teringat dengan kata" kak Edi, pelatih Tapak Suci kami.
Menjadi kader Tapak Suci, artinya kamu telah siap mengorbankan seluruh waktumu untuk mengamalkan seluruh ilmu yg kamu punya. Kak XXX (ia menyebut nama seorang kader senior) berani menentang larangan istrinya utk menjadi penguji pada ujian ini. Semua itu bukannya tanpa alasan, tapi demi mengamalkan keilmuannya, ia rela berkorban. Bahkan bagi seluruh penguji yg ada di sini (dan kebetulan semuanya laki"), mereka menganggap Tapak Suci sebagai istri pertama mereka.
18 December 2008
ajiib.
ada berita baru tentang adek kelasku yg diam" menghanyutkan. hehe congrats ya Abidah, we're so proud of you! :D
olimpiade sainsIndonesia Raih Prestasi Prestisius di IJSORabu, 17 Desember 2008 | 01:01 WIBJakarta, Kompas - Pelajar SMP Indonesia yang bertanding di International Junior Science Olympiad yang berakhir Selasa (16/12) di Changwon, Korea Selatan, berhasil menyabet prestasi prestisius sebagai juara pertama dalam tes eksperimen. Predikat tes eksperimen terbaik itu mendongkrak perolehan medali yang diraih tim Indonesia.
Keenam siswa SMP yang mewakili Indonesia mampu menyumbangkan empat medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu. International Junior Science Olympiad (IJSO) ke-5 itu diikuti 257 siswa dari 48 negara peserta dan lima negara sebagai pengamat.
Kompetisi sains bagi anak berumur 15 tahun ke bawah itu meliputi biologi, fisika, dan kimia yang berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tes kompetisi, teori, dan eksperimen. Kompetisi tahun ini dinilai lebih berat dibandingkan sebelumnya karena jumlah peserta melonjak 30 persen.
Pelajar Indonesia yang meraih medali emas adalah Andhika Tangguh Pradhana (SMP Al Azhar III Bintaro Jakarta). Medali perak disumbangkan oleh Fuad Ikhwanda (SMPN I Padang Panjang, Sumatera Barat), Erwin Wibowo (SMP Susteran Purwokerto, Jawa Tengah), Jessica Handojo (SMP Santa Ursula DKI Jakarta), dan Florencia Irena (SMP Santa Ursula DKI Jakarta). Adapun medali perunggu diraih Abidah Rahmah (SMP Islam Nurul Fikri, Banten).
Salah satu kelompok eksperimen Indonesia yang berhasil meraih predikat tes eksperimen terbaik menambah tiga medali emas. (*/ELN)
keren yaa.. waktu itu ak juga ikut seleksi, tapi propinsi aja gg keterima -__- lagian gg sempet mandi gara" mati air di NFBS. hahaha sekali lagi, congrats ya Abidah! semoga semuanya itu bisa dipertahankan. tetap membawa nama Islam hingga go international. Amin.