23 December 2008

pasti ada sesuatu yg harus diambil pelajarannya,,

Dari hari Minggu siang sampe Senin pagi, ak ikut ujian naik tingkat Tapak Suci. Dulu, ak ikut TS di SMPI Nurul Fikri Boarding School. Sebenernya, sebelumnya udah ada ujian naik tingkat ke tingkatan kader (sabuk biru). Tapi, karena jadwalnya tabrakan sama lomba yg ak ikuti waktu kelas 3 SMP yg mengharuskan ak terbang ke Yogyakarta, maka dari itu ak gg bisa ikut ujian kader. Maka dari itu, baru sekarang ak ikut ujian itu.

Lokasi ujian terletak di Pantai Karang Suraga, Anyer, Banten. Tapi sebelumnya, ak berangkat dari Depok karena ak nebeng sama Azha dan Kak Hasna. Mereka juga ikut ujian kader. Kami bertigapun tidak langsung menuju lokasi ujian, karena kami berangkat hari Sabtu. Takut kelelahan, maka dari itu kami tidak berangkat hari Minggu. Kami menginap di rumah Usth. Yuli, mantan wali asrama ak pas kelas 1&2 SMP selama 1 malam.

Hari Minggu jam 01:30 pm, seluruh peserta ujian kenaikan tingkat Tapak Suci Putra Muhammadiyah dari Nurul Fikri Boarding School (NFBS) berangkat menuju lokasi ujian menggunakan truk bak terbuka *yang biasanya ngangkut sapi qurban itu lhoo. Lumayan bikin capek juga sih, tapi yg penting kami semua bisa mengikuti ujian dengan baik. Apalagi kami bertiga (ak, Azha, Kak Hasna) gg ada persiapan apa" karena di sekolah kami masing" gg ada ekskul Tapak Suci. Kami hanya bermodalkan nekat dan kemauan untuk menjadi kader.

Sesampainya di lokasi, kami sholat Ashar dan diikuti dengan upacara pembukaan acara. Sesudah itu, ada latihan dan pemantapan jurus yg diujikan. Kami bertiga dengan giat dan penuh semangat meminta kader" yg ada untuk mengajari kami jurus" yg belum dipelajari *modal nekaat. Jumlah peserta ujian ada sekitar 144 orang, dan yang mengikuti ujian kader ada 10 orang, yaitu kami bertiga ditambah kak Pipi, kak Firda, kak Helen, Shofi, Urfi, Prili, Devi.

Sehabis pemantapan jurus, dan diikuti sholat Maghrib yg dijama' sholat Isya, kami belajar dari Pamukat Tapak Suci (semacam handout yg berisi materi ketapaksucian, kemuhammadiyahan, dan keislaman) untuk mengikuti ujian tertulis dan lisan (khusus untuk ujian kader). Oh iya, ujian lisan untuk calon kader juga ditambah dengan dakwah singkat *semacem kultum gitu deh. Setelah itu, ada ujian kejurusan, yaitu ujian dengan memperagakan jurus" yg telah dipelajari sebagai indikator kelulusan naik tingkat. Ujian kami (calon kader) baru dimulai sekitar jam setengah 12 malam, karena pengujinya juga menguji anak" tingkat lain. Akhirnya, kami tidur sebentar, mengumpulkan tenaga untuk mengikuti caraka malam sesudahnya.

Ujian jurus selesai, caraka malampun dimulai. Kami bersepuluh berada dalam satu kelompok yg berangkat lumayan belakangan. Maklum, semua peserta dibagi menjadi 14 kelompok dan kami kelompok ke-13. Caraka malam terdiri dari 4 pos. Tentu saja di tengah perjalanan kami, ada saja panitia yg 'kreatif' menakut"i dgn menjadi pocong ataupun menimbulkan suara" yg cukup membuat seluruh anggota kelompok merinding. Karena kami mengikuti ujian menjadi kader, maka dari itu hampir 3 dari 4 pos mengharuskan kami untuk sparing atau berantem, dan itu cukup menyakitkan, apalagi yg terkena pada bagian" vitalnya. hahaha :D

Caraka malam sangat melelahkan dan kami bersepuluh benar" butuh istirahat. Namun sepertinya takdir berkata lain. Setelah kami melewati pos 4 yg berada dekat basecamp, adzan Subuhpun berkumandang. Kami harus sholat Subuh, baru kami bisa tidur hingga matahari terbit. Sebangunnya dari tidur, kami operasi semut, merapikan dan melipat tenda" yang dijadikan tempat meletakkan tas. Setelah itu, baru kami mengisi perut yg sedaritadi minta diisi. Setelah itu, semua peserta dan panitia mengikuti upacara penutupan yg termasuk didalamnya simbolis penyematan sabuk kepada perwakilan setiap tingkatan. Dan tidak lupa kami, yg juga diberi sabuk biru kami yang baru :)

Setelah itu, kamipun bersalaman dengan panitia dan juga sesama peserta. Dan di akhir acara, tidak lupa kami, para kader baru berfoto dengan segenap kader yg merangkap sebagai panitia. Semua lelah, pegal, senang dan sedih menjadi satu. Lelah dan pegal sesudah mengikuti ujian, senang setelah mendapatkan sabuk biru, dan sedih karena dengan keadaan sangat pegal dan lelah, kami harus kembali ke sekolah menggunakan truk bak terbuka lagi :( hahaha

Semakin naik tingkatan pada Ujian Tapak Suci, makin berat pula beban yg ditanggung. Kami diamanahkan utk tetap melatih keilmuan kami. Dan akupun teringat dengan kata" kak Edi, pelatih Tapak Suci kami.

Menjadi kader Tapak Suci, artinya kamu telah siap mengorbankan seluruh waktumu untuk mengamalkan seluruh ilmu yg kamu punya. Kak XXX (ia menyebut nama seorang kader senior) berani menentang larangan istrinya utk menjadi penguji pada ujian ini. Semua itu bukannya tanpa alasan, tapi demi mengamalkan keilmuannya, ia rela berkorban. Bahkan bagi seluruh penguji yg ada di sini (dan kebetulan semuanya laki"), mereka menganggap Tapak Suci sebagai istri pertama mereka.

18 December 2008

ajiib.


ada berita baru tentang adek kelasku yg diam" menghanyutkan. hehe congrats ya Abidah, we're so proud of you! :D


olimpiade sains
Indonesia Raih Prestasi Prestisius di IJSO
Rabu, 17 Desember 2008 | 01:01 WIB

Jakarta, Kompas - Pelajar SMP Indonesia yang bertanding di International Junior Science Olympiad yang berakhir Selasa (16/12) di Changwon, Korea Selatan, berhasil menyabet prestasi prestisius sebagai juara pertama dalam tes eksperimen. Predikat tes eksperimen terbaik itu mendongkrak perolehan medali yang diraih tim Indonesia.

Keenam siswa SMP yang mewakili Indonesia mampu menyumbangkan empat medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu. International Junior Science Olympiad (IJSO) ke-5 itu diikuti 257 siswa dari 48 negara peserta dan lima negara sebagai pengamat.

Kompetisi sains bagi anak berumur 15 tahun ke bawah itu meliputi biologi, fisika, dan kimia yang berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tes kompetisi, teori, dan eksperimen. Kompetisi tahun ini dinilai lebih berat dibandingkan sebelumnya karena jumlah peserta melonjak 30 persen.

Pelajar Indonesia yang meraih medali emas adalah Andhika Tangguh Pradhana (SMP Al Azhar III Bintaro Jakarta). Medali perak disumbangkan oleh Fuad Ikhwanda (SMPN I Padang Panjang, Sumatera Barat), Erwin Wibowo (SMP Susteran Purwokerto, Jawa Tengah), Jessica Handojo (SMP Santa Ursula DKI Jakarta), dan Florencia Irena (SMP Santa Ursula DKI Jakarta). Adapun medali perunggu diraih Abidah Rahmah (SMP Islam Nurul Fikri, Banten).

Salah satu kelompok eksperimen Indonesia yang berhasil meraih predikat tes eksperimen terbaik menambah tiga medali emas. (*/ELN)


keren yaa.. waktu itu ak juga ikut seleksi, tapi propinsi aja gg keterima -__- lagian gg sempet mandi gara" mati air di NFBS. hahaha sekali lagi, congrats ya Abidah! semoga semuanya itu bisa dipertahankan. tetap membawa nama Islam hingga go international. Amin.


17 December 2008

sesuatu yg harus kita ambil hikmahnya..

Kemarin ak baru balik dari MKG (Mall Kelapa Gading) naik mobil dan dianter ke shutter busway. Sesak, tapi ada satu hal yg membuatku berdecak kagum.

Waktu itu, ak naik busway dari UNJ ke Dukuh Atas. Dari Dukuh Atas, ak transit ke Koridor Blok M (nggak tau koridor berapa. hehe). Alhamdulillah, ak dapet kursi. Sepanjang perjalanan, ak mengobservasi isi busway tersebut. Buswaypun mulai melaju dari shutter ke shutter. Pasti ada saja orang yang naik dan turun dari bus. Ak melihat deretan penumpang yang berdiri, dan ada seorang bapak" yang kelihatannya ingin sekali duduk di kursi. Setiap kali berhenti di shutter, biasanya ada saja penumpang yang turun dan bangkit dari kursinya. Ketika bapak" itu ingin duduk, ia melihat ada seorang ibu" yang berdiri memegangi palang di atas kepalanya. Bapak" itupun mempersilakan ibu" tersebut untuk duduk, dan bapak" itu tetap berdiri hingga ia turun dari bus.

Inilah fenomena yang banyak terjadi di ibukota. Ada orang" yang gentleman seperti bapak" itu, ada juga orang" yang cuek melihat kondisi seperti itu.

Semoga saja bukan hanya di Jakarta, tapi juga di seluruh pelosok Indonesia bisa meneladani perilaku bapak" tersebut. Amin

12 December 2008

susah yaa

buat jaga hati itu ternyata susah banget
apa emang ak.nya yg gg bisa jaga mata, atau emang nyari kesempatan?
rabb, maafkan ak. ternyata ak masi belum sanggup utk menggapai cintaMu.

berusaha utk tetap istiqomah. doakan ak yaa :)
"insan yg dewasa adalah insan yg istiqomah di jalanNya"
ak ingin menggapainya. bantu ak ya Rabb.

11 December 2008

cantik*


DITITIK MANAKAH KITA BERADA

Kalau saja waktu bisa diputar balik,
dan bumi bisa dilipat....
tentu kita bisa bertemu sejak lama....

tapi ternyata lingkaran senantiasa bertemu dalam satu titik
dan kita pun bertemu...
seperti sebuah lingkaran,
pertemuan kita tidak pernah berada dalam titik yang sama
selalu berpindah, namun jaraknya tetap sama....

Pertemuan kita seperti gelombang lautan,
kadang surut, dan kandang naik
namun itu yang membuat segalanya tampak indah....
penuh tantangan,
penuh kelokan,
penuh dugaan.......

Antara tawa dan tangis tak lagi berbatas...
antara senyum dan kerutan tak lagi terpisah...
seperti titik embun menemu lautan.....
lenyap namun dia tetap ada.....


disclaimer: pecintahujan