Skip saja, tidak begitu penting.
Minggu ini memang minggu yang cukup sibuk-dan cepat- untuk saya pribadi, dan mungkin untuk sebagian orang. Pelajaran Matematika dan Sains yang bertambah porsinya, dari 9 jam pelajaran menjadi kurang lebih 12 jam pelajaran PER mata pelajaran. Memang inilah resiko yang dihadapi untuk menjadi anak Sains-menjalani mata pelajaran yang kompleks, ditambah dengan guru-guru yang, sepertinya, bosan untuk bertemu anak-anak yang sama setiap harinya dan lelah untuk mengikuti ritme jadwal pelajaran yang terlalu kacau ini, sehingga kestressannya tersalurkan secara tidak wajar.
Terkadang, manusia punya limit resistensinya terhadap tekanan. Tak sedikit-atau bahkan semua- siswa SMA Negeri 8 Jakarta yang mengharapkan datangnya 'tamu tahunan', yaitu banjir. Inilah apa yang baru saya rasakan tadi pagi. Di tengah khidmatnya tutorial dan psikotes, serta guru-guru pembina OSN yang sedang mengikuti workshop, tamu itu datang. Di hari Sabtu. Oke, saya juga salah satu dari sekian banyak siswa yang mengharapkan banjir. Banjir datang, hatipun senang karena dalam satu-dua hari kedepan akan libur, dan pada H+3 banjir, kegiatan belajar-mengajar akan dipindahkan ke Pusdiklat, Kuningan, seperti tahun lalu.