Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

22 March 2010

Cinta = Pacaran? Gak selalu


Cinta lagi, cinta lagi. Umur segini emang lagi hot-hotnya ngomongin cinta. Sama kayak blognya Rani sama Putri, gue ikut-ikutan latah ngomong cinta, hehe. Apakah karena banyak orang yg baru jadiankah akhir-akhir ini? Atau karena terlalu banyak sumpah-akan-menembak, rencana menembak, dan lain-lain? Entahlah, tapi ini gak akan nyambung dengan apa yang akan gue bahas.

Paradigma mengatakan, cinta harus (dan kebanyakan) berakhir dengan pacaran. Banyak orang yang mengatasnamakan cinta di atas segala sesuatunya. Ada kasus di mana seorang gadis-sebut saja Maimunah- merasa dirugikan oleh pacarnya-sebut saja Maimun. Tapi apa daya, cinta bertindak, keadilanpun kalah. Atas nama cinta, Maimunah mengerjakan apa saja untuk Maimun, demi mempertahankan suatu jalinan kasih yang tidak resmi. Gak ada tuh yang mananya 'Surat Izin Pacaran' atau 'Akte Pacaran'..gak ada tho? Maka dari itu, banyak kekerasan yang terjadi di antara dua manusia yang dimabuk cinta. Sang pria merayu, wanitapun terayu.

Buat gue, cinta gak harus berakhir dengan pacaran. (Oke, mungkin ada beberapa orang akan menyangsikan 'Apa bedanya status pacaran maupun orang-yang-dekat-tapi-seperti-pacaran a.k.a HTS ?' Pacaran di sini masuk ke dalam dua itu) Kenapa? Karena pacaran tidak selamanya membawa manfaat. Banyak hati yang tersakiti, banyak uang yang terhamburkan..semua karena sebuah status yang mengombang ambing. Coba kalo dipikir-pikir, pernah gak ada cewek yang minta balik semua perasaannya kepada si mantan? Nggak kan? Mungkin kalian bilang gue bodoh, tapi bukankah itu yang seharusnya dilakukan agar hubungan itu 'putus-secara-resmi-dan-cowok-brengsek-itu-pergi-dari-hidup-gue'.(Mengingat gue orang yang gak pengen rugi sedikitpun) Selain itu, walaupun si cowok mengumbar janji 'Gak kok, gue gak bakal ngapa-ngapain cewek ini!'. Tapi, ujung-ujungnya 'ngapa-ngapain' juga tho? Melakukan hal di luar batas kewajaran hubungan antar gender, dan yang paling parah adalah, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oke, mungkin ini alamiah dan, sekali lagi, memang umur segini sedang membara"nya. Tapi.. siapa yang bisa menjamin?

Oke, mungkin kalian bisa bilang gue sok suci-lah, atau apalah. Tapi beneran deh, gue juga remaja dan seorang cewek. Gue pernah (dan gampang) jatuh cinta. Gue juga pernah punya keinginan kayak gitu, atau bahkan pernah mengalami hal itu. Tapi...rasanya aneh aja. Beneran deh. Gue lebih memilih sohiban deket sama cowok daripada pacaran, trus putus. Trus jauhan. Gak asyik kan? Makanya, setiap mantan gebetan (lucu juga) gue, satu per satu mulai melempar hati gue satu per satu dan membuatnya pecah, gue udah kebal :) Hehehehe :D

Alasan kapoknya gue pacaranpun gara-gara arti suatu ayat di al-Qur'an: Wanita yang baik akan mendapat pria yang baik. Wanita yang baik ibarat berlian yang dikemas dan ada di dalam etalase. Ia terawat dengan baik, tidak terjamah, dan keindahannya akan terungkap jika ada 'pembeli' yang beruntung, yang membeli berlian tersebut dan menikmati keindahan berlian itu seorang diri. Asyik bukan? Menjadi berlian yang tercipta hanya untuk seorang pembeli? Memberikan semua rasa cinta dan kasih sayang secara utuh hanya kepada satu orang?

Jadi, untuk apa pacaran?

13 October 2009

Sayonara midtest, hello remedials!

Tadi hari terakhir midtest, dan midtestnya Biologi, my weakest lessons -____- Udahlah, terlalu banyak remed. Ayo kita mulai berhitung! Yang udah keluar nilainya baru Chemistry paper 3 daaan Mechanics. Dan kesemuanya gatot (bukan pak Gatot, tapi gagal total -___-). Chemistry nilainya kepala 6, sedangkan Mechanics setengahnya. K-A-C-A-U. Gue gak bisa memprediksi yg lain, karena tau pasti bakal jelek

Oke, ayo kita beralih ke topik yg kurang menyetresskan. Besok, di 8 bakal ada Seminar Pendidikan dan.. PEKAN BUDAYA! Dan seperti yg ditulis sebelumnya, gue mengkoordinir bahasa Arab, dan sebagai koordinator a.k.a PJ, gue gak begitu ditumbalin, tapi ada yg ditumbalin. Maaf yaaa. Mana gue baru aktifnya abis liburan, padahal rencana acaranya udah dari liburan zz. PARAH. Koor macam apa gue. Akhirnya tadi bener-bener SKS :( Jadi ngerasa bersalah sama semuanya.

2 hari lagi TeSIS! Yeaaay I really wait for it! Ada YDKW ufufufufu.
OH IYA BASIS! Gue juga ngurusin BASIS loooh soalnya ini proker 3 subsi-Kemas, Pramuka, PMR. Dan gue anak PMR (terus?). Dan gue gabuuuut lagi. Sebalnya.

Dan karena TeSIS, jadi beberapa hari kedepan gue gak bakal posting, dan bisa jadi di postingan berikutnya, gue bakal ganti layout *mending ada yg baca*. I found something interesting :D Ehehehe

09 September 2009

Da'wah Dusta

Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.

Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.

Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.

Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.

Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.

Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.

Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.

”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”

Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”

”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”

Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”

Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”

”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”

Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”

”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”

Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?

”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”

Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah ”Da’wah dusta!” Da’wah dusta. Da’wah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.

taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama
by Salim A. Fillah

14 May 2009

the human made best love poem :)

CINTA
Kahlil Gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.


Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.


Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
"aku turut berbahagia untukmu"

Apabila cinta itu tidak bertemu bebaskan dirimu
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati karena cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya,
melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata "aku lupa...."
menunggu selamanya ketika kamu berkata "tunggu sebentar"
tetap tinggal ketika kamu berkata "tinggalkan aku sendiri"
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata "bolehkah saya masuk?"
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa.
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan
melainkan bagaimana kamu bertahan.
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
melainkan karena kita menyadari bahwa
orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu,
karena takut kau berpaling dan memberi jarak,
dan bila suatu saat pergi,
kau akan menyadari bahwa
dia adalah cinta yang tak kau sadari.


segala hal tentang cinta seperti buku tanpa lembar terakhir. selalu saja menjadi hal yang menarik. harusnya aku bersyukur memilki orang orang yang mencintaiku selalu. tapi selalu saja syukur itu sulit terucap.
ALLAH, aku mencoba bersyukur.

02 April 2009

HAPPY! SENENG! SHIAWASE!

wawawaaaaww this week is awesome! I got so many fun things and activities that I'm gonna do, or I have did it!

First, I changed my phone. Well, actually it's not my wish, but my mom's. Because she's freakishly love thin, small, and simple phone! Then she changed her phone (which I've used it when I participated a national level competition in Jogja on my 3rd grade junior high) to mine, and I used her phone :) :) :) oh yeah but I got some problems on the preferred access point, which I can't change from the former operator to my operator :(

Second, I GOT CLOSER TO YDKW. wawawaaaaw actually we're close, but I think that we're getting closer now, eventhough he knows that I'm little bit (whaaat?) insane.. hahaha :)

Third, I joined the LKS briefing. I met many people, and yeah, I love it. I got many friends, and more people know me. hahahaha :) but I was scared that there will be more tension there, but so far so good :)

Fourth, my class will participate BBM (Bazaar Budaya Murid) SMAN 8. So, our class will make stand, similar to stand in exhibitions, but they determine the theme, and they asked us to choose from 33 provinces in Indonesia, and my class took Maluku :) It's kinda hard, but Ichi is really really got herself into it! She determines everything, about the stand's settings, the uniforms, who will bring these and those, awawaw I really feel bad to her. Moreover, she will join the National Science Olympiad selection on regency level on Saturday, coincide with BBM. ckck I pray that when she die, she will go straight to the heaven *amiiin*. chi, you're the best! Oh yes I also participate in this event. I will make some snacks *which is class' favourite* and drinks that I've ever drank in Junior High as ta'jil, or sweets that we eat for breaking fast.

Fifth, I'm going to go to Thiffa's birthday in Blok M. I miss d'rouszth badly awww.

OKAY that's it. I wanna share my happiness to you, and I hope for those with bad mood, will be affected by positive ions that I spread to you. hahaha :) Like my teacher said that pesimistic is infectious, why happiness isn't do the same thing?

03 February 2009

indahnya kalau semua mencintai seperti itu :)

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua.
Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali.

Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu.
Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.
Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata...

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.

Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.

Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.**


disclaimer: kakak (Maulana Rizal Ibrahim)'s notes :)

12 December 2008

susah yaa

buat jaga hati itu ternyata susah banget
apa emang ak.nya yg gg bisa jaga mata, atau emang nyari kesempatan?
rabb, maafkan ak. ternyata ak masi belum sanggup utk menggapai cintaMu.

berusaha utk tetap istiqomah. doakan ak yaa :)
"insan yg dewasa adalah insan yg istiqomah di jalanNya"
ak ingin menggapainya. bantu ak ya Rabb.