Masih di titik yang sama di mana kau berada. Di mana kau merebahkan tubuhmu untuk satu malam. Waktu itu, aku hanya bisa merenung di kamar sebelah, mencoba mengambil sari dari eksistensimu yang tidak kerap ada.
Ah, paling minggu depan datang lagi, pikirku.
Nyatanya tidak.
This is my workplace - my sky which will be filled by my clouds of thoughts and appears as a beautiful panorama.
24 January 2013
29 March 2011
P.A.C.A.R.A.N, nggak atau iya? :p
Suatu pagi, belasan menit sebelum bel masuk berbunyi di SMA-ku, seorang teman melontarkan pertanyaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya,
“Fah, lo mau gue cariin pacar, gak?”
Hah? Dengan muka bingung, lantas berganti nyengir aku menjawab,
“Gak usah, Lin, nih aku dah punya banyak,” seruku sambil menarik buku-buku semi tebal dari dalam tas.
Gantian temanku yang cengengesan. Dasar.
Kali lain, teman seperjalanan pulangku bertanya, “Fah, kenapa sih kamu gak mau pacaran?”
Sambil berusaha menghindari genangan air di depan pasar Pondok Labu, aku berseru pelan,
“Kenapa ya, Sri?”
“Yee, orang nanya balik nanya.”
So?
Ini prinsipku, Sri. Tahu kan, kalau Allah sudah menjanjikan dalam Al Qur’an, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Sepanjang kehidupanku, aku percaya janji Allah selalu benar.
Gini lho, kalau misalkan orang yang kita sayang menjanjikan sesuatu pada kita, kita akan dengan senang hati percaya, kan. Karena ibu, ayah, atau siapapun yang menyayangi kita akan berusaha menepati janji itu untuk membahagiakan kita. Kalaupun mereka tidak bisa menepatinya, mereka yang akan pertama kali bersedih karena keterbatasannya. Kalau manusia saja begitu, Allah pasti gak akan pernah menyalahi janji-Nya, karena Ia adalah Dzat yang paling mencintai kita, dan Ia adalah Penguasa Mutlak Alam Raya ini, Ia akan selalu memberi tanpa batas, tak ada yang bisa membatasi kekuasaan-Nya. Kalau Ia sudah berjanji, maka itu adalah sebenar-benarnya janji.
Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, berarti Allah sudah memudahkan kita, kan? Kalau mau dapat pasangan yang baik, berarti yang harus kita lakukan adalah menjadi baik terlebih dahulu. Kalau misalkan mau dapat pasangan yang hafal Qur’an, misalnya, kita juga harus mulai menghafal Qur’an. Atau kalau mau dapat pasangan yang pengertian, kita juga harus mulai menjadi orang yang pengertian. Karena saat seseorang menetapkan standar pada dirinya, hal itu akan mempengaruhi pilihan-pilihannya di saat ia harus memutuskan sesuatu. Iya, kan?
Makanya, aku lebih memilih membenahi diriku dulu, membangun kualitas-kualitas yang kusukai, jadi nanti pas memang sudah waktunya, aku sudah lebih siap. Lagian kalau pacaran, kita jadi kehilangan waktu untuk membangun hal-hal itu, kan? Kita lebih banyak tersibukkan dengan hal-hal yang sekarang, mungkin iya kadang-kadang ada yang memikirkan untuk ke depannya, tapi itu juga gak menjamin. Banyak orang yang tidak menjadi dirinya saat menjadi seorang pacar. Ia berusaha terlihat sempurna, atau paling tidak ia hanya ingin sisi baiknya saja yang terlihat. Kalau gak, siapa coba yang mau jadi pacarnya, hehe. Tapi kalau menikah kan beda, saat kita menikahi seseorang, kita gak bisa memilih hanya menikahi sisi baiknya, harus sepaket sama sifat-sifatnya yang lain. Lho, jadi jauh gini ya ngomongnya, hehe.
Jadi, menurutku, kalau orang lain berdalih, “Saya pacaran untuk bisa lebih mengenal pasangan saya,” rasanya itu bukan jalan yang pas.
Lagipula, aku gak mau mencari sesuatu yang baik untukku dengan cara yang tidak baik menurut-Nya.
Pandangan aja harus dijaga, apalagi berdua-duaan. Tapi bukan artinya pacaran gak boleh. Pacaran boleh, kok, nanti kalau udah nikah, hehe..
Mungkin iya, kita bisa dapat pasangan yang terasa ‘cocok’ untuk kita, tapi aku takut, kalau Allah gak suka caraku untuk mendapatkannya, aku bisa kehilangan nilai keberkahan di dalamnya. Padahal, hidup kita di sini kan untuk mendapat cinta-Nya kan?
Saat itu, aku ingat salah satu kalimat yang sempat terpikir di baris otakku,
Pangeran akan datang jika sudah tiba saatnya.
Sebelum waktu itu tiba, pangeran dan putri harus saling menjaga dirinya masing-masing, supaya pertempuan itu lebih sempurna.
taken from: here
“Fah, lo mau gue cariin pacar, gak?”
Hah? Dengan muka bingung, lantas berganti nyengir aku menjawab,
“Gak usah, Lin, nih aku dah punya banyak,” seruku sambil menarik buku-buku semi tebal dari dalam tas.
Gantian temanku yang cengengesan. Dasar.
Kali lain, teman seperjalanan pulangku bertanya, “Fah, kenapa sih kamu gak mau pacaran?”
Sambil berusaha menghindari genangan air di depan pasar Pondok Labu, aku berseru pelan,
“Kenapa ya, Sri?”
“Yee, orang nanya balik nanya.”
So?
Ini prinsipku, Sri. Tahu kan, kalau Allah sudah menjanjikan dalam Al Qur’an, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Sepanjang kehidupanku, aku percaya janji Allah selalu benar.
Gini lho, kalau misalkan orang yang kita sayang menjanjikan sesuatu pada kita, kita akan dengan senang hati percaya, kan. Karena ibu, ayah, atau siapapun yang menyayangi kita akan berusaha menepati janji itu untuk membahagiakan kita. Kalaupun mereka tidak bisa menepatinya, mereka yang akan pertama kali bersedih karena keterbatasannya. Kalau manusia saja begitu, Allah pasti gak akan pernah menyalahi janji-Nya, karena Ia adalah Dzat yang paling mencintai kita, dan Ia adalah Penguasa Mutlak Alam Raya ini, Ia akan selalu memberi tanpa batas, tak ada yang bisa membatasi kekuasaan-Nya. Kalau Ia sudah berjanji, maka itu adalah sebenar-benarnya janji.
Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, berarti Allah sudah memudahkan kita, kan? Kalau mau dapat pasangan yang baik, berarti yang harus kita lakukan adalah menjadi baik terlebih dahulu. Kalau misalkan mau dapat pasangan yang hafal Qur’an, misalnya, kita juga harus mulai menghafal Qur’an. Atau kalau mau dapat pasangan yang pengertian, kita juga harus mulai menjadi orang yang pengertian. Karena saat seseorang menetapkan standar pada dirinya, hal itu akan mempengaruhi pilihan-pilihannya di saat ia harus memutuskan sesuatu. Iya, kan?
Makanya, aku lebih memilih membenahi diriku dulu, membangun kualitas-kualitas yang kusukai, jadi nanti pas memang sudah waktunya, aku sudah lebih siap. Lagian kalau pacaran, kita jadi kehilangan waktu untuk membangun hal-hal itu, kan? Kita lebih banyak tersibukkan dengan hal-hal yang sekarang, mungkin iya kadang-kadang ada yang memikirkan untuk ke depannya, tapi itu juga gak menjamin. Banyak orang yang tidak menjadi dirinya saat menjadi seorang pacar. Ia berusaha terlihat sempurna, atau paling tidak ia hanya ingin sisi baiknya saja yang terlihat. Kalau gak, siapa coba yang mau jadi pacarnya, hehe. Tapi kalau menikah kan beda, saat kita menikahi seseorang, kita gak bisa memilih hanya menikahi sisi baiknya, harus sepaket sama sifat-sifatnya yang lain. Lho, jadi jauh gini ya ngomongnya, hehe.
Jadi, menurutku, kalau orang lain berdalih, “Saya pacaran untuk bisa lebih mengenal pasangan saya,” rasanya itu bukan jalan yang pas.
Lagipula, aku gak mau mencari sesuatu yang baik untukku dengan cara yang tidak baik menurut-Nya.
Pandangan aja harus dijaga, apalagi berdua-duaan. Tapi bukan artinya pacaran gak boleh. Pacaran boleh, kok, nanti kalau udah nikah, hehe..
Mungkin iya, kita bisa dapat pasangan yang terasa ‘cocok’ untuk kita, tapi aku takut, kalau Allah gak suka caraku untuk mendapatkannya, aku bisa kehilangan nilai keberkahan di dalamnya. Padahal, hidup kita di sini kan untuk mendapat cinta-Nya kan?
Saat itu, aku ingat salah satu kalimat yang sempat terpikir di baris otakku,
Pangeran akan datang jika sudah tiba saatnya.
Sebelum waktu itu tiba, pangeran dan putri harus saling menjaga dirinya masing-masing, supaya pertempuan itu lebih sempurna.
taken from: here
27 March 2011
I.M.U.L - d'Cinnamons
Taken from Putri's blog, and I'm so freakin bored today, so I'm gonna play this game
Jawab pertanyaan di bawah ini dengan judul lagu yg di shuffle dari music player, okay dech, cekidot!
Someone says are you okay you say?
Boyz, Boy Don't Cry - Suemitsu & The Suemith
(so actually... I'm a boy?)
How would you describe yourself?
Swimming In Miami - Owl City
("I am the captain of an oil tanker that travels through your veins"...?)
What do you like in a guy/girl?
Gold Digger - Glee Cast
(WHAT?? please gue bokek, jangan pelorotin gue lagi -__-)
How do you feel today?
No, Thank You - Yoko Hikasa (OST K-On!!)
(I choose not to feel anything, thank you)
What is your lifes purpose?
Tonight - Glee Cast
(What's gonna happen tonight?)
What's your motto?
T.M.G - Depapepe
(Tuhan, Masak, Gula - three of my favorite things #ngaco)
What do your friends think of you?
I Would Never.. - Mocca
(Never what?)
What do your parents think of you?
Auf Flugeln des Gesanges Short Version - Mendelssohn (La Corda D'Oro-Classic Collection)
("There we will lay down under the palm tree and drink of love and peacefulness and dream our blessed dream." Awwww :") )
What do you think about very often?
In A Rush - Blackstreet
(Yeah.. I like to rush things ;p)
What is 2+2?
Kinjirareta Koi (Forbidden Love) - Depapepe
(So.. Double date is forbidden, huh?)
What do you think of your best friend?
Leaving on A Jet Plane - Justin Timberlake
(Bentar lagi udah pada mau pisah kaaaan :( )
What is your life story?
Awake - Secondhand Serenade
(Kenapa unyuuuu :3 )
What do you think when you see the person you like?
Ku Cinta Kau Lebih Dari Yang Kemarin - Abdul and the Coffee Theory
(AWWWWW kenapa unyuu lagi :3)
What will you dance to at your wedding?
Vakansi - White Shoes and the Couples Company
(gue nikah di pantai mungkin maksudnya - AMIN)
What will they play at your funeral?
Seandainya Aku Bisa Terbang - Kahitna
(Udah terbang kok, ke surga)
What is your hobby/interest?
This is How We Do - Glee Cast
(Do anything I want!!)
What is your biggest fear?
Rule My World - Kings of Convenience
(So, who will?)
What is your biggest secret?
Dewi Yang Sempurna - Andra and The Backbone & Alexa
(UPS!!! Ketahuan kan)
What do you want right now?
Sleeping to Dream - Jason Mraz
(YEAAAAY! Tag: @nfsoenardhi hahaha)
What do you think of your friends?
Dream A Little Dream - Glee Cast
("Just hold me tight and tell me you'll miss me." maunya dikangenin hahaha)
What will you post this as?
I.M.U.L - d'Cinnamons
(I Miss You Love? It's kinda....cenayang)
Jawab pertanyaan di bawah ini dengan judul lagu yg di shuffle dari music player, okay dech, cekidot!
Someone says are you okay you say?
Boyz, Boy Don't Cry - Suemitsu & The Suemith
(so actually... I'm a boy?)
How would you describe yourself?
Swimming In Miami - Owl City
("I am the captain of an oil tanker that travels through your veins"...?)
What do you like in a guy/girl?
Gold Digger - Glee Cast
(WHAT?? please gue bokek, jangan pelorotin gue lagi -__-)
How do you feel today?
No, Thank You - Yoko Hikasa (OST K-On!!)
(I choose not to feel anything, thank you)
What is your lifes purpose?
Tonight - Glee Cast
(What's gonna happen tonight?)
What's your motto?
T.M.G - Depapepe
(Tuhan, Masak, Gula - three of my favorite things #ngaco)
What do your friends think of you?
I Would Never.. - Mocca
(Never what?)
What do your parents think of you?
Auf Flugeln des Gesanges Short Version - Mendelssohn (La Corda D'Oro-Classic Collection)
("There we will lay down under the palm tree and drink of love and peacefulness and dream our blessed dream." Awwww :") )
What do you think about very often?
In A Rush - Blackstreet
(Yeah.. I like to rush things ;p)
What is 2+2?
Kinjirareta Koi (Forbidden Love) - Depapepe
(So.. Double date is forbidden, huh?)
What do you think of your best friend?
Leaving on A Jet Plane - Justin Timberlake
(Bentar lagi udah pada mau pisah kaaaan :( )
What is your life story?
Awake - Secondhand Serenade
(Kenapa unyuuuu :3 )
What do you think when you see the person you like?
Ku Cinta Kau Lebih Dari Yang Kemarin - Abdul and the Coffee Theory
(AWWWWW kenapa unyuu lagi :3)
What will you dance to at your wedding?
Vakansi - White Shoes and the Couples Company
(gue nikah di pantai mungkin maksudnya - AMIN)
What will they play at your funeral?
Seandainya Aku Bisa Terbang - Kahitna
(Udah terbang kok, ke surga)
What is your hobby/interest?
This is How We Do - Glee Cast
(Do anything I want!!)
What is your biggest fear?
Rule My World - Kings of Convenience
(So, who will?)
What is your biggest secret?
Dewi Yang Sempurna - Andra and The Backbone & Alexa
(UPS!!! Ketahuan kan)
What do you want right now?
Sleeping to Dream - Jason Mraz
(YEAAAAY! Tag: @nfsoenardhi hahaha)
What do you think of your friends?
Dream A Little Dream - Glee Cast
("Just hold me tight and tell me you'll miss me." maunya dikangenin hahaha)
What will you post this as?
I.M.U.L - d'Cinnamons
(I Miss You Love? It's kinda....cenayang)
24 March 2011
Pak, Bu, dengarkan suara hati kami
Thursday, 15 July 2010
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali.
Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.
Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.
Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu
guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?""Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.
Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!" Dia pun
melanjutkan argumentasinya.
"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.
Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan
jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.
Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.
Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel.
Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di
depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah
telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak
saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.
Melahirkan Kehebatan
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil)
atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)
RHENALD KASALI
Ketua Program MM UI
taken from: kaskus
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali.
Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.
Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.
Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu
guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?""Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.
Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!" Dia pun
melanjutkan argumentasinya.
"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.
Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan
jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.
Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.
Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel.
Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di
depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah
telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak
saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.
Melahirkan Kehebatan
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil)
atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)
RHENALD KASALI
Ketua Program MM UI
taken from: kaskus
18 March 2011
Birthdate Facts!
In the middle of blogwalking, I found this awesome sites which will tell almost every fact about your date of birth. Let me show you mine:
Birthday Calculator
You were born on a Friday
under the astrological sign Gemini.
Your Life path number is 3.
Your fortune cookie reads:
Your everlasting patience will be rewarded sooner or later.
Life Path Compatibility:
You are most compatible with those with the Life Path numbers 3, 6 & 9.
You should get along well with those with the Life Path numbers 1, 2, 5 & 11.
You are least compatible with those with the Life Path numbers 4, 7, 8 & 22.
The Julian calendar date of your birth is 2449149.5.
The golden number for 1993 is 18.
The epact number for 1993 is 6.
The year 1993 was not a leap year.
Your birthday falls into the Chinese year beginning 1/23/1993 and ending 2/9/1994.
You were born in the Chinese year of the Rooster.
Your Native American Zodiac sign is Elk; your plant is Mullein.
You were born in the Egyptian month of Mesore, the fourth month of the season of Shomu (Harvest).
Your date of birth on the Hebrew calendar is 22 Sivan 5753.
Or if you were born after sundown then the date is 23 Sivan 5753.
The Mayan Calendar long count date of your birthday is 12.19.0.3.5 which is
12 baktun 19 katun 0 tun 3 uinal 5 kin
The Hijra (Islamic Calendar) date of your birth is Friday, 20 Dhi'l-Hijjih 1413 (1413-12-20).
The date of Easter on your birth year was Sunday, 11 April 1993.
The date of Orthodox Easter on your birth year was Sunday, 18 April 1993.
The date of Ash Wednesday (the first day of Lent) on your birth year was Wednesday 24 February 1993.
The date of Whitsun (Pentecost Sunday) in the year of your birth was Sunday 30 May 1993.
The date of Whisuntide in the year of your birth was Sunday 6 June 1993.
The date of Rosh Hashanah in the year of your birth was Thursday, 16 September 1993.
The date of Passover in the year of your birth was Tuesday, 6 April 1993.
The date of Mardi Gras on your birth year was Tuesday 23 February 1993.
As of 3/18/2011 10:01:10 AM EST
You are 17 years old.
You are 213 months old.
You are 927 weeks old.
You are 6,489 days old.
You are 155,746 hours old.
You are 9,344,761 minutes old.
You are 560,685,670 seconds old.
Celebrities who share your birthday:
Your age is the equivalent of a dog that is 2.53972602739726 years old. (Life's just a big chewy bone for you!)
Your lucky day is Wednesday.
Your lucky number is 5.
Your ruling planet(s) is Mercury.
Your lucky dates are 5th, 14th, 23rd.
Your opposition sign is Sagittarious.
Your opposition number(s) is 3.
Today is not one of your lucky days!
There are 85 days till your next birthday
on which your cake will have 18 candles.
Your birth flower is ROSE
Your birthstone is Alexandrite
The Mystical properties of Alexandrite
Your birth tree is
Funny, isn't it? Here's the link. Enjoy :) And don't forget to tell me how's yours!
Birthday Calculator
11 June 1993
Your date of conception was on or about 18 September 1992 which was a Friday.You were born on a Friday
under the astrological sign Gemini.
Your Life path number is 3.
Your fortune cookie reads:
Your everlasting patience will be rewarded sooner or later.
Life Path Compatibility:
You are most compatible with those with the Life Path numbers 3, 6 & 9.
You should get along well with those with the Life Path numbers 1, 2, 5 & 11.
You are least compatible with those with the Life Path numbers 4, 7, 8 & 22.
The Julian calendar date of your birth is 2449149.5.
The golden number for 1993 is 18.
The epact number for 1993 is 6.
The year 1993 was not a leap year.
Your birthday falls into the Chinese year beginning 1/23/1993 and ending 2/9/1994.
You were born in the Chinese year of the Rooster.
Your Native American Zodiac sign is Elk; your plant is Mullein.
You were born in the Egyptian month of Mesore, the fourth month of the season of Shomu (Harvest).
Your date of birth on the Hebrew calendar is 22 Sivan 5753.
Or if you were born after sundown then the date is 23 Sivan 5753.
The Mayan Calendar long count date of your birthday is 12.19.0.3.5 which is
12 baktun 19 katun 0 tun 3 uinal 5 kin
The Hijra (Islamic Calendar) date of your birth is Friday, 20 Dhi'l-Hijjih 1413 (1413-12-20).
The date of Easter on your birth year was Sunday, 11 April 1993.
The date of Orthodox Easter on your birth year was Sunday, 18 April 1993.
The date of Ash Wednesday (the first day of Lent) on your birth year was Wednesday 24 February 1993.
The date of Whitsun (Pentecost Sunday) in the year of your birth was Sunday 30 May 1993.
The date of Whisuntide in the year of your birth was Sunday 6 June 1993.
The date of Rosh Hashanah in the year of your birth was Thursday, 16 September 1993.
The date of Passover in the year of your birth was Tuesday, 6 April 1993.
The date of Mardi Gras on your birth year was Tuesday 23 February 1993.
As of 3/18/2011 10:01:10 AM EST
You are 17 years old.
You are 213 months old.
You are 927 weeks old.
You are 6,489 days old.
You are 155,746 hours old.
You are 9,344,761 minutes old.
You are 560,685,670 seconds old.
Celebrities who share your birthday:
| Shia LaBeouf (1986) | Caroline Quentin (1961) | Hugh Laurie (1959) |
| Joe Montana (1956) | Adrienne Barbeau (1945) | Chad Everett (1936) |
| Gene Wilder (1935) | Vince Lombardi (1913) | Jacques Cousteau (1910) |
Your age is the equivalent of a dog that is 2.53972602739726 years old. (Life's just a big chewy bone for you!)
Your lucky day is Wednesday.
Your lucky number is 5.
Your ruling planet(s) is Mercury.
Your lucky dates are 5th, 14th, 23rd.
Your opposition sign is Sagittarious.
Your opposition number(s) is 3.
Today is not one of your lucky days!
There are 85 days till your next birthday
on which your cake will have 18 candles.
Your birth flower is ROSE
Your birthstone is Alexandrite
The Mystical properties of Alexandrite
Alexandrite can assist one in centering the self, reinforcing self-esteem, and augmenting ones ability to experience joy.Some lists consider these stones to be your birthstone. (Birthstone lists come from Jewelers, Tibet, Ayurvedic Indian medicine, and other sources)
Pearl, Moonstone, Opal
Your birth tree is
Hornbeam, the good taste Of cool beauty, cares for its looks and condition, good taste, tends to egoism, makes life as comfortable as possible, leads reasonable, disciplined life, looks for kindness, an emotional partner and acknowledgment, dreams of unusual lovers, is seldom happy with her feelings, mistrusts most people, is never sure of its decisions, very conscientious.
Funny, isn't it? Here's the link. Enjoy :) And don't forget to tell me how's yours!
29 January 2011
My (officially) first time attending a concert!
Finally, I post it to my blog after being delayed for months! I'll tell you about a tremendous concert I attended that performed by a well known orchestra in Indonesia called Twilite Orchestra. Conducted by Addie MS, they performed several numerous classical numbers that used in a famous Japanese animation and series by the name of Nodame Cantabile. Let me tell you a bit about this.
Nodame Cantabile is the title of a Japanese comic series who had been adapted into animation and live drama. It's a story about Noda Megumi, a music school student who never take any concern of her lifestyle. She has a messy room along with her appearance. But behind those, she has a brilliant talent when it came to her piano playing. One day, she found her famous-for-his-handsome-appearance upperclassmen, Chiaki Shinichi, sat drunkenly on her door. Next day, Chiaki woke up by the sound of Nodame who plays the piano. Since then, he never know that she will be her fortune goddess who will change his life. It's worth to watch and read!
And because of this series is about the life of a music school student, there must be classical numbers played around-whether it's only for the background sounds or the characters who played ones. This series inspired Addie MS to bring it on and made a concert as a tribute to this wonderful series. As a big fan for the series, I bought the tickets. And my musical journey began here.
This concert is the first regular concert in 2011 by Twilite Orchestra. The concert will perform these pieces:
Actually, I have a picture with Kazuha Nakahara and my friends, but it's gone :(
Nodame Cantabile is the title of a Japanese comic series who had been adapted into animation and live drama. It's a story about Noda Megumi, a music school student who never take any concern of her lifestyle. She has a messy room along with her appearance. But behind those, she has a brilliant talent when it came to her piano playing. One day, she found her famous-for-his-handsome-appearance upperclassmen, Chiaki Shinichi, sat drunkenly on her door. Next day, Chiaki woke up by the sound of Nodame who plays the piano. Since then, he never know that she will be her fortune goddess who will change his life. It's worth to watch and read!
And because of this series is about the life of a music school student, there must be classical numbers played around-whether it's only for the background sounds or the characters who played ones. This series inspired Addie MS to bring it on and made a concert as a tribute to this wonderful series. As a big fan for the series, I bought the tickets. And my musical journey began here.
This concert is the first regular concert in 2011 by Twilite Orchestra. The concert will perform these pieces:
- Montagues & Capulets from “Romeo and Juliet” (Prokofiev). This piece is often played when the scene is getting intense, when the characters were going to argue.
- Symphony No. 7, 1st movement (Beethoven). The opening of Nodame Cantabile's live action drama!
- Etude Op. 10 No. 4 (Chopin). I forgot when this piece is played, sorry :(
- Petrouchka (Stravinsky). This is one of my favorite piece in this concert! It sounded very cheerful yet complex. This is played by Nodame when she was participating in a piano concourse.
- Rhapsody in Blue (Gershwin). Everyone who have ever watch Nodame should have known this piece. I can say that this is Nodame's signature piece. One of my favorite piece, too.
- Symphony No. 4, 1st movement (Mendelssohn). I also forgot when this piece is played in the series :(
- Piano Concerto No. 2 (Rachmaninov). This is the longest piece played in the concert. The orchestra played those three movements for about thirty minutes!
- Levi Gunardi - he played Rachmaninov Piano Concerto. He played it very passionately and he is a great pianist, as his thirty-minutes piano playing told us.
- Kazuha Nakahara, - she played Rhapsody in Blue. She was really great! Right after she finished her playing, everyone in the auditorium gave her a standing applause. She was phenomenal.
- Gita Bayuratri - she played Chopin's Etude. She was an Indonesian conservatory student who study in German.
- Victoria Audrey Sarasvathi - she played Stravinsky's Petrouchka. She was the youngest pianist who played in the concert, yet her piano playing didn't tell the audience so! She had won several piano competitions around the world, and now she's studying in a conservatory in Europe. Guess how old is she? Yes you're right. She's 13.
Actually, I have a picture with Kazuha Nakahara and my friends, but it's gone :(
| The conductor, Addie MS, conducted his orchestra |
| Kazuha Nakahara, a Japanese pianist who played Rhapsody in Blue |
24 January 2011
Nü Year: New spirit, new life, new problems
Selamat H+23 Tahun Baru!! Ini postingan pertama saya di tahun ini.
(Next post: Mungkin tentang konser Cantabile! yang akan saya tonton Kamis ini. Remind me!)
Tahun Baru 2011 merupakan pertanda buat saya dan teman-teman kelas 12 lainnya, bahwa ini adalah 5 bulan terakhir kami sebagai anak sekolah. Dimulainya semester kedua seharusnya jadi semester yg bener-bener serius, karena hidup-mati dunia perkuliahan ada di semester ini.
Dan semester ini adalah semester super galau. Semua orang galau. Dari pemerintah yg menghapus PPKB atau PMDK, ujian mandiri yg dihapus, sistem penerimaan PTN yg kembali ke format jadul dengan SNMPTN, dan gak heran kalo semua keputusan galau dari pemerintah kita yg galau ini bikin angkatan kami galau.
Gimana gak? Semuanya dilontarkan tiba-tiba. Ujian mandiri dihapus, ini agak bikin teman-teman saya kocar-kacir. Biaya pendaftaran sudah ditransfer, formulir sudah diisi, dan akhirnya..... dibatalin. Tiba-tiba. Saya pikir, PTN itu cukup berani utk mengambil langkah berani, tapi ternyata PTN itu ikutan galau gara-gara banyak yg udah daftar, sementara pemerintah hampir menuntut PTN tersebut. Hhhh.
Balik ke SNMPTN? Ini agak 'bermasalah' bagi saya, karena dengan bayangan ujian mandiri yg dilaksanakan 3-4 bulan sebelum masuk, kami mendapatkan liburan ekstra sebagai upah kerja keras kami selama setahun ini. Tapi nyatanya....balik lagi ke SNMPTN yg diadakan 1.5 bulan sebelum masuk PTN. KAMI BUTUH LIBURAN PAK, BU!!!! *marah*.
Dan klimaksnya adalah pembatalan PMDK. Beberapa teman saya ada yg mendaftar PMDK UI untuk kelas reguler maupun Internasional. Dan ternyata, PMDK UI untuk kelas Reguler dialihkan ke SNMPTN Undangan. Serius, ini kasian banget. Teman-teman saya yg sudah mendaftar dari akhir November, harap-harap cemas dengan hasilnya, dan ternyata berita yg mereka dapatkan bukanlah apa yg mereka harapkan. Kesel gak sih? Rasanya kayak tikus yg dipancing keju ke rumah tikus yg lebih bagus, padahal nyatanya gak lebih dari tembok biasa. Sakit banget. Sedangkan PMDK UI Inter ditunda sampai April.
Indonesia, Indonesia. 65 tahun umurmu, masih galau juga? Kalah dewasa dengan Singapore dan Malaysia yg jauh lebih muda darimu.
Kesemua itu memang tidak saya alami secara langsung, tapi yang paling bikin saya sakit hati adalah kegalauan ibu saya. Awalnya dia menasehati saya utk tidak ikut tes masuk NTU/NUS, fine. Saya terima dengan lapang dada walaupun sedikit sakit hati. Kemudian, dia menjanjikan saya untuk mengikuti preparation class khusus untuk kuliah ke negeri orang, fine. Saya seneng banget, karena memang jurusan yg ingin saya masuki hanya ada di negara itu. Dan terakhir yang saya tahu, dia memalsukan pernyataan orang lain dalam keputusannya, di mana sebenernya semua itu hanya keputusannya semata. Dan membatalkan janji secara sepihak. Siapa yg gak sakit hati? Saya lebih senang kalau permasalahannya sudah dikatakan di awal pembicaraan, kalau saya memang gak boleh keluar negeri. Tapi, dia memaksakan keinginan pribadinya, ditambah dia mengikuti saran orang lain yang seharusnya tidak ikut campur dengan masalah ini, yang menghasilkan keputusan yg tidak menyenangkan ini. Dan dia tidak henti-hentinya membicarakan bagaimana dunia kedokteran dibutuhkan di dunia, dan bla bla bla.
Ah, entahlah. Mungkin kalau keputusannya memang masih dipaksa jadi dokter, saya lebih memilih utk tidak kuliah sama sekali. Gak ada yg lebih gue benci di dunia ini -setelah satu orang yg menyebalkan- selain dunia kedokteran. Mending buka bisnis, atau apakek. Padahal saya udah ikut fingerprint test atas rekomendasi Putri, di mana saya bisa mengetahui bakat yg saya emban secara genetik. Dan hasilnya adalah: saya lebih cocok jadi pebisnis daripada pekerja professional seperti dokter. Tapi apa tindak lanjutnya? Gak ada. Dia bahkan gak mendukung saya utk jadi apapun itu selain dokter.
Haaaaah kebanyakan curcolnya nih. Maap yey, blog saya ini kebanyakan curcol, hehe :D
"And I can't fight this feeling anymore.. I've forgotten what I've started fighting for.." - Can't Fight This Feeling, Reo Speedwagon
(Next post: Mungkin tentang konser Cantabile! yang akan saya tonton Kamis ini. Remind me!)
28 December 2010
Obrolan malaikat maut itu merobek robek hati kami.
Semalam aku seperti tidur tapi berjaga.
Sebuah mimpi telah melewati ruhku yang sedang tumbuh mengenali Tuhan Allah yang Maha Suci.
Berkerumun bertiga dan bertemu seorang Laki laki tinggi besar dan berwajah indah tapi selalu nampak kesedihan yang dalam.
Kami bertiga dikenalkan padanya bahwa dia El Maut yang suatu saat akan mendatangi kami lagi.
Obrolan kami seolah panjang sekali.
Seolah olah obrolan itu seperti tujuh hari tujuh malam tanpa henti.
Kami berempat terus menerus menangis menerima nasehat lelaki tampan bermata tajam dan selalu mengisaratkan
duka yang dalam.
Seolah olah semua obrolan malaikat maut itu merobek robek hati kami.
Kadang malaikat maut itu berhenti dan beristirahat sambil menghirup kopi kesukaannya.
Beliau menghirup kopi jawa di tepian warung gelap di tengah hutan yang kelam.
Dimana kami bertiga telah kehilangan selera minum kami.
Yang ada hanya air mata menyesali kebodohan kami.
Waktu beliau menawarkan secangkir kopi jawa.
Karena menurut beliau Kopi Jawa adalah Kopi ternikmat di dunia.
Kami menerima namun seperti tak berselera.
Cerita beliau dibumbui komentar kopi jawa dan bosannya mencabut nyawa.
Karena menurut beliau tidak ada kerjaan yang lebih menakutkan dari kerjaan Malaikat Maut.
Hanya satu pengalaman yang paling tidak beliau lupa.
Ketika beliau menarik Ruh Nur Muhammad.
Begitu lembut.
Begitu harum.
Begitu Suci.
Beliau juga menangisi kepergian Imam Husein.
Seolah beliau ingin merubah laju sejarah.
Tidak pantas Jasad dari Ruh Sesuci Imam Husein di nista seperti itu.
Beliau juga mengajak kita melupakan dendam sejarah.
Seolah beliau melihat manusia berkelahi tanpa alasan.
Sambil menghirup manisnya kopi jawa yang pekat beliau bercerita.
Alangkah anehnya manusia.
Mereka meninggalkan masjid tapi mereka mengaku muslim
Bahkan mereka sibuk bertengkar tentang mazhab.
Padahal tak satupun dari mereka yang paham kitab.
Seolah obrolan beliau mulai merobek robek hati kami yang keras.
Sambil tersenyum kecut.
Malaikat maut bertanya apa yang kalian jawab ketika Tuhan kalian bertanya.
Apa yang kalian lakukan untuk yatim yatim yang kehilangan sang pencahari nafkah?
Bukankah kalian asik menulis email, kala rakyat kelaparan di tepi merapi.
Betapa banyaknya anak anak terlantar.
Betapa banyaknya jiwa jiwa tersiksa.
Dimana kalian saat itu ketika Tuhan kalian memerintahkan untuk menolong sesama manusia.
Sambil menangis malaikat maut bertanya pada kami bertiga.
Sudahkah kalian membaca sejarah hidup kalian.
Berapa manusia yang benar benar mencintai kalian?
Pernahkah kalian menolong manusia lain dengan sepenuh ikhlash dan penuh cinta.
Kami bertiga pun ikut menangis.
Obrolan malaikat maut itu mulai selangkah demi selangkah merobek robek hati kami.
Lalu ia bertanya:
Mana yang lebih kejam Iblis atau kalian?
Iblis tidak pernah melukai hati ibu kalian.
Sedang kalian berbicara keras pada ibu kalian yang Suci.
Tuhan Allah saja sangat cinta pada para ibu dan hormat.
Mengapa kalian yang rendah tidak pernah bersujud dan mencium telapak kaki ibu.
Kembali air mata kami mengalir.
Seolah wajah wajah ibu kami yang suci terlihat menangisi kekurang ajaran kami selama ini.
Obrolan Elmaut mulai menghancurkan keras nya hati kami.
Lalu beliau bercerita.
Betapa sedihnya beliau mendengar manusia manusia disiksa dikubur.
Padahal mereka punya anak lelaki.
Tapi anak lelaki itu tidak pernah mendoakan ayahnya.
Elamut bertanya pada kami dan seolah memerintah.
Jangan lupakan doa dalam dudukmu dan berdirimu.
Doakan ayah kalian.
Doakan teman kalian.
Doakan saudara lelaki kalian.
Dan yang paling Indah doakan Nabi Kalian beserta ibu ibu suci kalian.
Keluarkan suara suara cinta dalam doa doa kalian.
Bangunlah malam dan bersujud pada Allah.
Dan berdoalah untuk Nabi suci, keluarga suci dan orang tua kalian.
Elmaut pun bercerita terus dan kadang menangis.
Aku heran kenapa Allah harus menurunkan kitab suci.
Padahal manusia sibuk dengan harta dan kebanggaan.
Tidakkah manusia cukup bercerita tentang Maut yang kusampaikan.
Yang menjemput mereka kala mereka menghitung harta.
Aku kadang bosan dengan mengambil nyawa manusia.
Mereka mati tanpa pernah mencintai Tuhan yang memberi mereka hidup.
Apa susahnya bersyukur pada Tuhan Allah.
Dia telah memberi kita segalanya.
Lalu el Maut pun berpesan pada kita bertiga.
Agar kalian bersiap siap untuk mati.
Agar beliau bisa mencabut nyawa kami dalam keharuman manusia sejati.
Agar beliau bisa merasakan harumnya ruh ruh mukmin sejati.
Ketika kami bertanya kapan itu datangnya?
Beliau meminum sedupan terakhir kopi jawa.
Jangan pernah bertanya, karean dia pun tidak pernah tau sebelum diberi tahu Allah.
Pesannya bersiap siaplah akan datangnya maut.
Karena maut tidak pernah lupa mendatangi manusia.
(simber: milis)
Sebuah mimpi telah melewati ruhku yang sedang tumbuh mengenali Tuhan Allah yang Maha Suci.
Berkerumun bertiga dan bertemu seorang Laki laki tinggi besar dan berwajah indah tapi selalu nampak kesedihan yang dalam.
Kami bertiga dikenalkan padanya bahwa dia El Maut yang suatu saat akan mendatangi kami lagi.
Obrolan kami seolah panjang sekali.
Seolah olah obrolan itu seperti tujuh hari tujuh malam tanpa henti.
Kami berempat terus menerus menangis menerima nasehat lelaki tampan bermata tajam dan selalu mengisaratkan
duka yang dalam.
Seolah olah semua obrolan malaikat maut itu merobek robek hati kami.
Kadang malaikat maut itu berhenti dan beristirahat sambil menghirup kopi kesukaannya.
Beliau menghirup kopi jawa di tepian warung gelap di tengah hutan yang kelam.
Dimana kami bertiga telah kehilangan selera minum kami.
Yang ada hanya air mata menyesali kebodohan kami.
Waktu beliau menawarkan secangkir kopi jawa.
Karena menurut beliau Kopi Jawa adalah Kopi ternikmat di dunia.
Kami menerima namun seperti tak berselera.
Cerita beliau dibumbui komentar kopi jawa dan bosannya mencabut nyawa.
Karena menurut beliau tidak ada kerjaan yang lebih menakutkan dari kerjaan Malaikat Maut.
Hanya satu pengalaman yang paling tidak beliau lupa.
Ketika beliau menarik Ruh Nur Muhammad.
Begitu lembut.
Begitu harum.
Begitu Suci.
Beliau juga menangisi kepergian Imam Husein.
Seolah beliau ingin merubah laju sejarah.
Tidak pantas Jasad dari Ruh Sesuci Imam Husein di nista seperti itu.
Beliau juga mengajak kita melupakan dendam sejarah.
Seolah beliau melihat manusia berkelahi tanpa alasan.
Sambil menghirup manisnya kopi jawa yang pekat beliau bercerita.
Alangkah anehnya manusia.
Mereka meninggalkan masjid tapi mereka mengaku muslim
Bahkan mereka sibuk bertengkar tentang mazhab.
Padahal tak satupun dari mereka yang paham kitab.
Seolah obrolan beliau mulai merobek robek hati kami yang keras.
Sambil tersenyum kecut.
Malaikat maut bertanya apa yang kalian jawab ketika Tuhan kalian bertanya.
Apa yang kalian lakukan untuk yatim yatim yang kehilangan sang pencahari nafkah?
Bukankah kalian asik menulis email, kala rakyat kelaparan di tepi merapi.
Betapa banyaknya anak anak terlantar.
Betapa banyaknya jiwa jiwa tersiksa.
Dimana kalian saat itu ketika Tuhan kalian memerintahkan untuk menolong sesama manusia.
Sambil menangis malaikat maut bertanya pada kami bertiga.
Sudahkah kalian membaca sejarah hidup kalian.
Berapa manusia yang benar benar mencintai kalian?
Pernahkah kalian menolong manusia lain dengan sepenuh ikhlash dan penuh cinta.
Kami bertiga pun ikut menangis.
Obrolan malaikat maut itu mulai selangkah demi selangkah merobek robek hati kami.
Lalu ia bertanya:
Mana yang lebih kejam Iblis atau kalian?
Iblis tidak pernah melukai hati ibu kalian.
Sedang kalian berbicara keras pada ibu kalian yang Suci.
Tuhan Allah saja sangat cinta pada para ibu dan hormat.
Mengapa kalian yang rendah tidak pernah bersujud dan mencium telapak kaki ibu.
Kembali air mata kami mengalir.
Seolah wajah wajah ibu kami yang suci terlihat menangisi kekurang ajaran kami selama ini.
Obrolan Elmaut mulai menghancurkan keras nya hati kami.
Lalu beliau bercerita.
Betapa sedihnya beliau mendengar manusia manusia disiksa dikubur.
Padahal mereka punya anak lelaki.
Tapi anak lelaki itu tidak pernah mendoakan ayahnya.
Elamut bertanya pada kami dan seolah memerintah.
Jangan lupakan doa dalam dudukmu dan berdirimu.
Doakan ayah kalian.
Doakan teman kalian.
Doakan saudara lelaki kalian.
Dan yang paling Indah doakan Nabi Kalian beserta ibu ibu suci kalian.
Keluarkan suara suara cinta dalam doa doa kalian.
Bangunlah malam dan bersujud pada Allah.
Dan berdoalah untuk Nabi suci, keluarga suci dan orang tua kalian.
Elmaut pun bercerita terus dan kadang menangis.
Aku heran kenapa Allah harus menurunkan kitab suci.
Padahal manusia sibuk dengan harta dan kebanggaan.
Tidakkah manusia cukup bercerita tentang Maut yang kusampaikan.
Yang menjemput mereka kala mereka menghitung harta.
Aku kadang bosan dengan mengambil nyawa manusia.
Mereka mati tanpa pernah mencintai Tuhan yang memberi mereka hidup.
Apa susahnya bersyukur pada Tuhan Allah.
Dia telah memberi kita segalanya.
Lalu el Maut pun berpesan pada kita bertiga.
Agar kalian bersiap siap untuk mati.
Agar beliau bisa mencabut nyawa kami dalam keharuman manusia sejati.
Agar beliau bisa merasakan harumnya ruh ruh mukmin sejati.
Ketika kami bertanya kapan itu datangnya?
Beliau meminum sedupan terakhir kopi jawa.
Jangan pernah bertanya, karean dia pun tidak pernah tau sebelum diberi tahu Allah.
Pesannya bersiap siaplah akan datangnya maut.
Karena maut tidak pernah lupa mendatangi manusia.
(simber: milis)
15 December 2010
I'm back from the past!
Hey readers! I just got back from this hectic exam-sessions (which is non-stop from midterm test - A level - semester test. Aaaah what a life -__-) and I'm sure that both of us won't discuss about these things, so let's just skip it.
October had passed, and November arrived. This month started with demisioner (sort of inauguration for the newly chosen Student Council). My juniors were being inaugurated, then we as seniors, retired from exciting yet tiring organization year. I'll miss those moments a lot! Spent times with friends, chat about these and those, terrified with deadlines, dealt with papers, proposals, and more, skipped class to attend some events, and lots. These kind of experience are...priceless. I don't want to trade it with anything else.
Right after the inauguration ceremony, there's some surprises that I got. I was called to come forward for my achievement in AS level exam last season. I got A for my AS level Mathematics, woohooo! I got certificate and cash too, haha!
October and November are terrifying months for I had to take my A level exam. I took Mathematics, Physics, and Chemistry. I also missed those moments when I skipped class in purpose of study for the next exam, but it turns out to be chatting sessions! But not only chatting, we also played some games such as Transformice which was a hit at that time, because it was so exciting when we played it together in the same room. You should try it!
A week after the exam-and-not-exam examination, we got to catch up materials that we left during the exam session. A week for two months, yeaaaah. Nothing better than that. After that, here comes the bribe!
I don't want to discuss it furthermore, I want to talk about the after exam activity. I was having remedials, yeaaah. No doubt. And the most highlighted one is... I went to the movie with my elementary school (and hopefully, lifetime) bestfriend, Rifa! I was so thrilled to meet her because we haven't met since both of us took MAN Insan Cendekia entrance exam. It's been like..two or three years ago! Although we're little bit late for the movie, but we're having such a quality time after that. Having lunch together, catch up for the lost six years of separation (cheesy, huh? haha). Sadly, we haven't took pictures during the meeting, so you can't see how the years do change us.
Today is the start of early holiday, and the day after tomorrow is the report card giving day! Let's..hope for the best >_<.
October had passed, and November arrived. This month started with demisioner (sort of inauguration for the newly chosen Student Council). My juniors were being inaugurated, then we as seniors, retired from exciting yet tiring organization year. I'll miss those moments a lot! Spent times with friends, chat about these and those, terrified with deadlines, dealt with papers, proposals, and more, skipped class to attend some events, and lots. These kind of experience are...priceless. I don't want to trade it with anything else.
Right after the inauguration ceremony, there's some surprises that I got. I was called to come forward for my achievement in AS level exam last season. I got A for my AS level Mathematics, woohooo! I got certificate and cash too, haha!
October and November are terrifying months for I had to take my A level exam. I took Mathematics, Physics, and Chemistry. I also missed those moments when I skipped class in purpose of study for the next exam, but it turns out to be chatting sessions! But not only chatting, we also played some games such as Transformice which was a hit at that time, because it was so exciting when we played it together in the same room. You should try it!
A week after the exam-and-not-exam examination, we got to catch up materials that we left during the exam session. A week for two months, yeaaaah. Nothing better than that. After that, here comes the bribe!
I don't want to discuss it furthermore, I want to talk about the after exam activity. I was having remedials, yeaaah. No doubt. And the most highlighted one is... I went to the movie with my elementary school (and hopefully, lifetime) bestfriend, Rifa! I was so thrilled to meet her because we haven't met since both of us took MAN Insan Cendekia entrance exam. It's been like..two or three years ago! Although we're little bit late for the movie, but we're having such a quality time after that. Having lunch together, catch up for the lost six years of separation (cheesy, huh? haha). Sadly, we haven't took pictures during the meeting, so you can't see how the years do change us.
![]() |
| I do too! |
Today is the start of early holiday, and the day after tomorrow is the report card giving day! Let's..hope for the best >_<.
14 October 2010
Doubutsu Uranai!
Sebenernya udah main dari lama, tapi baru upload sekarang -_- hehe
What is DOUBUTSU URANAI?
It is often difficult to understand other people's true personality at first site. It's not that easy even if you know the person well.It is in a situation like these that you can make use of the DOUBUTSU URANAI.
DOUBUTSU URANAI uses the date of birth, based on the Four Pillars of Destiny, that breaks down the human characteristics into 12 different kinds of animals.
And my result is..
You are Purple Tiger, who is always cheerful and active.
You are well-liked by every one.
You give an impression of a girl with pure heart.
You are kind and generous to everyone around you.
You are rather optimistic, but may experience unsettlement by physical effect.
You are good at taking care of the others and can be friend with anybody.
Your relationship tends to be associating closely with small number of people, and that number increases eventually.
The way you express things may be too flashy and exaggerated.
You tend to have too self-conscious side.
But you are a hard working person who act and move in your own pace surely and consistently.
Your observation and ways of thinking is calm and objective.
You don't get influenced by emotions and atmosphere.
You are calculative enough to measure the distance between yourself and the other person.
You also possess your own ideal world, and trying to accomplish it too hastily may lead to misunderstandings.
Nevertheless, the way you pursue your potentiality gives a favorable impression to others.
Once married, you will show great motherly feelings.
You will create a living style that takes in account your personal interests.
You are well-liked by every one.
You give an impression of a girl with pure heart.
You are kind and generous to everyone around you.
You are rather optimistic, but may experience unsettlement by physical effect.
You are good at taking care of the others and can be friend with anybody.
Your relationship tends to be associating closely with small number of people, and that number increases eventually.
You tend to have too self-conscious side.
But you are a hard working person who act and move in your own pace surely and consistently.
Your observation and ways of thinking is calm and objective.
You don't get influenced by emotions and atmosphere.
You are calculative enough to measure the distance between yourself and the other person.
You also possess your own ideal world, and trying to accomplish it too hastily may lead to misunderstandings.
Nevertheless, the way you pursue your potentiality gives a favorable impression to others.
Once married, you will show great motherly feelings.
You will create a living style that takes in account your personal interests.
13 September 2010
HAPPY EID MUBARAK :)
Selamat Menjadi Suci Kembali di tahun 1431 H, wahai kaum muslimin dan muslimah!
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi starting point dalam menjalankan kebaikan kita 11 bulan - bukan, selanjutnya hingga kita dipanggil olehNya.
Mohon maaf lahir batin :)
NB: Salahkan kemalasan saya membeli pulsa dan dicabutnya pulsa SMS 30 ribu. Saya tidak mengirim dan membalas SMS lebaran dari orang-orang. Mohon maklum yaa :)
Iseng lagi..
TEN ARE YOU’S
1. Are you single - Yes & Happy
2. Are you happy - Refer above :P
3. Are you bored - Not really, just lazy. Got tons of work...
4. Are you naked - Why should I tell?
5. Are you a blonde - Asian..
6. Are you moody - Right now? NO.
7. Are you a lover/hater - I love the whole world..
8. Are you hot/cold - So and so..
9. Are you Irish - Nay.
10. Are you Asian - I'm not naturally blonde..and will never be!
TEN FACTS
1. Name – Let's keep that a secret for now... *sok*
2. Nicknames – Too many, I get one every new semester..
3. Any birth marks - not that I know of..
4. Hair color – Black.
5. Natural hair color - Black.
6. Eye color - Dark brown, Lighter in light
7. Height - Taller than any average Asian
8. Mood - Lazy. Because I got too many jobs to do with almost same deadlines!
9. Favorite colour – Blue, Grey, Black....
10. One Place You Want to Visit - JAPAN!!! GERMANY!!! (for college next year. AMIIN!)
TEN THINGS ABOUT YOUR LOVE LIFE
1. Do you believe in love at first sight – Nope. True beauty is beneath the skin deep :)
2. Do you believe in soul mates - Yup
4. Have you ever been hurt emotionally - By the person I supposed trusted the most :(
5. Have you ever broke someone’s heart? - I wonder..
6. Ever had your heart broken? - Thanks to that certain someones, YES!
7. Have you ever liked someone but never told them? Always, I suppose
8. Are you afraid of commitment? - Have some issues..
9. Who was the last person you hugged? - My sister? or my mom?
10. Who was the last person you said I love you to? - I wonder..
TEN THIS OR THAT
1. Love or lust - Love.
3. Cats or dogs – Cats.
4. A few best friends or many regular friends - ...can't..choose..
5. Television or internet - Internet, and people think I'm obsessed..
6. Chinese Or Indian - Indian..I guess
7. Wild night out or romantic night in - Romantic night in :)
8. Money or Happiness - Happiness...money would be great too.
9. Night or day - Night.
10. Msn or phone - Phone
TEN HAVE YOU EVER
1. Been caught sneaking out – Yes, hahaha.
2. Been skinny dipping - Hell NO!
3. Bungee jumped – I would like to try..
4. Finished an entire jaw breaker – ...urmmm..
5. Lied to someone you liked – All the time..
6. Wanted an ex bf/gf back – Nay!
7. Cried yourself to sleep? - Sometimes...during times..
8. Cried because you lost a pet – Nevaaa~
9. Wanted to disappear – Almost everyday...
TEN PREFERENCES IN A PARTNER
1. Smile or eyes - Eyes says all
2. Light or dark hair – Dark I guess..
3. Hugs or kisses - Hugs! They're warm!
4. Shorter or taller – Taller. of course..but I'm tall..
5. Intelligence or attraction – Intelligence... Attraction for bonus
6. Romantic or spontaneous - Spontaneously romantic, like Usui Takumi *stab myself to death*
7. Funny or serious - Funny and serious when the time needs him to be.
8. Older or Younger - Older, I guess..
9. Outgoing or quiet - Outgoing
10. Sweet or Bad Ass –I love bad boys within my limits...but sweet ones are nice too..
TEN HAVE YOU’S
1. Ever performed in front of a large crowd - Yep.
2. Ever done drugs – Never in my lifetime!
3. Ever consumed alcohol? - I don't drink
5. Ever been on a cheerleading team – Nah...
6. Ever Been on a dance team - Actually yes.
7. Ever been on a sports team - Errr....I'm an intellect?
9. Ever owned a BMW, Mercedes Benz, Escalade, Hummer or Bentley? - My dad drives a Mercedes..
10. Ever been in a rap video? - Wait, What?
TEN LASTS
1. Last person who called you - My sister
2. Last person you hung out with - House mates
4. Last time you worked – I've been working non-stop since 2 months ago...Final year..
5. Last person you tackled – My sissy! She's my favorite target *whistling*
6. Last person you IM’d - My friend's mom slashed my teacher in kindergarten.. Some motherly problems..
8. Last person(s) you went to the movies with? - Had been answering on the previous trivia
9. Last thing you missed – My home sweet home, my TV..
10. Last thing you ate - Pempek!
LAST PERSON TO
1. Sleep beside you? - My sissy
2. See you cry? – Does tears that flow when I was yawning counted? My sissy, maybe..
3. You went out to dinner with? - My family..
5. You talked on the phone to?- My father..
7. Made you laugh? - ...forgot -_-
WOULD YOU RATHER
1. Pierce your nose or tongue? - Ears!
2. Be serious or be funny? - Funny. Definitely
3. Drink whole or skim milk? - I don't mind...
4. Spend time with your parents or enemies? - Family, but not parents *crossed* my mother.
ARE YOU
1. Simple or complicated? - Women are complicated :))
2. Retarded? - When I feel like it..
DO YOU PREFER
1. Flowers or candy? - Ice Cream!!
2. Gray or black? - Gray
3. Colour or Black and white photos? - Love the feel B&W photos give:)
4. Sunrise or sunset? - Sunset
6. Staying up late or waking up early? - Waking up early. Many things can be done!
ANSWER TRUTHFULLY
1. Do you like anyone? - Now? not really...
2. Do they know it? - Who?
DO YOU PREFER
1. Sun or moon? - Moon
2.. Winter or Summer? - Summer.
3. Left or right? - Right.
4. 10 acquaintances or having two best friends? - Best friends would be nice...
5. Sun or rain? - Rain
6. Vanilla or chocolate ice cream? - Vanilla!!
7. Vodka or Jack Daniels? - I'm a healthy teen.
UNIQUE
1. Nervous Habits? - Hmm... stutter? I think everybody have that..
2. Are you double jointed? - Not that I know of..
3. Can you twist your tongue around and roll it? - YES!! Huahaha
4. Can you raise one eyebrow? - Yesss :)
5. Can you cross your eyes? - Hmm..
6. Do you make your bed daily? - Depends...XD
QUESTIONS
1. Which shoe goes on first? - Right.
2. Ever thrown something at someone? - Nope. It's too hypocrite to say never. Rarely.
3. On average, how much money do you carry with you? - XXK Rupiah
4. What jewellery do you wear? - Glasses..?
1. Do you twirl your spaghetti or cut it? - Scoop it, eat it instantly. Huahaha!
2. Have you ever eaten Spam? - Nope.
3. Favorite ice cream? - Vanilla, or some sour sorbets :)
4. How many kinds of cereal are in your cabinet? - Frosties!
5. What’s your favorite beverage? - Tea!
6. Do you cook? - Have been since I was 10.
IN THE LAST MONTH HAVE YOU
1. Had a relationship? - Nah....
2. Bought something? - Yup.
4. Sang? - Just did.
5. Been hugged? - Yes
6. Felt stupid? - More than I can count
7. Missed someone? - YEP!!
LASTS
1. Last Alcoholic: - Don't drink.
2. Last Car ride: - Errr... few months ago?
3. Last Movie Seen: - Up in the Air... I guess.
4. Last Song Played: Onrop Musical - Malam Tiba
1. Are you single - Yes & Happy
2. Are you happy - Refer above :P
3. Are you bored - Not really, just lazy. Got tons of work...
4. Are you naked - Why should I tell?
5. Are you a blonde - Asian..
6. Are you moody - Right now? NO.
7. Are you a lover/hater - I love the whole world..
8. Are you hot/cold - So and so..
9. Are you Irish - Nay.
10. Are you Asian - I'm not naturally blonde..and will never be!
TEN FACTS
1. Name – Let's keep that a secret for now... *sok*
2. Nicknames – Too many, I get one every new semester..
3. Any birth marks - not that I know of..
4. Hair color – Black.
5. Natural hair color - Black.
6. Eye color - Dark brown, Lighter in light
7. Height - Taller than any average Asian
8. Mood - Lazy. Because I got too many jobs to do with almost same deadlines!
9. Favorite colour – Blue, Grey, Black....
10. One Place You Want to Visit - JAPAN!!! GERMANY!!! (for college next year. AMIIN!)
TEN THINGS ABOUT YOUR LOVE LIFE
1. Do you believe in love at first sight – Nope. True beauty is beneath the skin deep :)
2. Do you believe in soul mates - Yup
4. Have you ever been hurt emotionally - By the person I supposed trusted the most :(
5. Have you ever broke someone’s heart? - I wonder..
6. Ever had your heart broken? - Thanks to that certain someones, YES!
7. Have you ever liked someone but never told them? Always, I suppose
8. Are you afraid of commitment? - Have some issues..
9. Who was the last person you hugged? - My sister? or my mom?
10. Who was the last person you said I love you to? - I wonder..
TEN THIS OR THAT
1. Love or lust - Love.
3. Cats or dogs – Cats.
4. A few best friends or many regular friends - ...can't..choose..
5. Television or internet - Internet, and people think I'm obsessed..
6. Chinese Or Indian - Indian..I guess
7. Wild night out or romantic night in - Romantic night in :)
8. Money or Happiness - Happiness...money would be great too.
9. Night or day - Night.
10. Msn or phone - Phone
TEN HAVE YOU EVER
1. Been caught sneaking out – Yes, hahaha.
2. Been skinny dipping - Hell NO!
3. Bungee jumped – I would like to try..
4. Finished an entire jaw breaker – ...urmmm..
5. Lied to someone you liked – All the time..
6. Wanted an ex bf/gf back – Nay!
7. Cried yourself to sleep? - Sometimes...during times..
8. Cried because you lost a pet – Nevaaa~
9. Wanted to disappear – Almost everyday...
TEN PREFERENCES IN A PARTNER
1. Smile or eyes - Eyes says all
2. Light or dark hair – Dark I guess..
3. Hugs or kisses - Hugs! They're warm!
4. Shorter or taller – Taller. of course..but I'm tall..
5. Intelligence or attraction – Intelligence... Attraction for bonus
6. Romantic or spontaneous - Spontaneously romantic, like Usui Takumi *stab myself to death*
7. Funny or serious - Funny and serious when the time needs him to be.
8. Older or Younger - Older, I guess..
9. Outgoing or quiet - Outgoing
10. Sweet or Bad Ass –I love bad boys within my limits...but sweet ones are nice too..
TEN HAVE YOU’S
1. Ever performed in front of a large crowd - Yep.
2. Ever done drugs – Never in my lifetime!
3. Ever consumed alcohol? - I don't drink
5. Ever been on a cheerleading team – Nah...
6. Ever Been on a dance team - Actually yes.
7. Ever been on a sports team - Errr....I'm an intellect?
9. Ever owned a BMW, Mercedes Benz, Escalade, Hummer or Bentley? - My dad drives a Mercedes..
10. Ever been in a rap video? - Wait, What?
TEN LASTS
1. Last person who called you - My sister
2. Last person you hung out with - House mates
4. Last time you worked – I've been working non-stop since 2 months ago...Final year..
5. Last person you tackled – My sissy! She's my favorite target *whistling*
6. Last person you IM’d - My friend's mom slashed my teacher in kindergarten.. Some motherly problems..
8. Last person(s) you went to the movies with? - Had been answering on the previous trivia
9. Last thing you missed – My home sweet home, my TV..
10. Last thing you ate - Pempek!
LAST PERSON TO
1. Sleep beside you? - My sissy
2. See you cry? – Does tears that flow when I was yawning counted? My sissy, maybe..
3. You went out to dinner with? - My family..
5. You talked on the phone to?- My father..
7. Made you laugh? - ...forgot -_-
WOULD YOU RATHER
1. Pierce your nose or tongue? - Ears!
2. Be serious or be funny? - Funny. Definitely
3. Drink whole or skim milk? - I don't mind...
4. Spend time with your parents or enemies? - Family, but not parents *crossed* my mother.
ARE YOU
1. Simple or complicated? - Women are complicated :))
2. Retarded? - When I feel like it..
DO YOU PREFER
1. Flowers or candy? - Ice Cream!!
2. Gray or black? - Gray
3. Colour or Black and white photos? - Love the feel B&W photos give:)
4. Sunrise or sunset? - Sunset
6. Staying up late or waking up early? - Waking up early. Many things can be done!
ANSWER TRUTHFULLY
1. Do you like anyone? - Now? not really...
2. Do they know it? - Who?
DO YOU PREFER
1. Sun or moon? - Moon
2.. Winter or Summer? - Summer.
3. Left or right? - Right.
4. 10 acquaintances or having two best friends? - Best friends would be nice...
5. Sun or rain? - Rain
6. Vanilla or chocolate ice cream? - Vanilla!!
7. Vodka or Jack Daniels? - I'm a healthy teen.
UNIQUE
1. Nervous Habits? - Hmm... stutter? I think everybody have that..
2. Are you double jointed? - Not that I know of..
3. Can you twist your tongue around and roll it? - YES!! Huahaha
4. Can you raise one eyebrow? - Yesss :)
5. Can you cross your eyes? - Hmm..
6. Do you make your bed daily? - Depends...XD
QUESTIONS
1. Which shoe goes on first? - Right.
2. Ever thrown something at someone? - Nope. It's too hypocrite to say never. Rarely.
3. On average, how much money do you carry with you? - XXK Rupiah
4. What jewellery do you wear? - Glasses..?
1. Do you twirl your spaghetti or cut it? - Scoop it, eat it instantly. Huahaha!
2. Have you ever eaten Spam? - Nope.
3. Favorite ice cream? - Vanilla, or some sour sorbets :)
4. How many kinds of cereal are in your cabinet? - Frosties!
5. What’s your favorite beverage? - Tea!
6. Do you cook? - Have been since I was 10.
IN THE LAST MONTH HAVE YOU
1. Had a relationship? - Nah....
2. Bought something? - Yup.
4. Sang? - Just did.
5. Been hugged? - Yes
6. Felt stupid? - More than I can count
7. Missed someone? - YEP!!
LASTS
1. Last Alcoholic: - Don't drink.
2. Last Car ride: - Errr... few months ago?
3. Last Movie Seen: - Up in the Air... I guess.
4. Last Song Played: Onrop Musical - Malam Tiba
04 September 2010
Spend Rp 165K for nothing
This horrible things started about one or couple of weeks after I enrolled this hectic year. When I was offered to have a test called "Tes Minat Bakat" to see what talent we possess, and how it combines with your interest and help you to choose the desired university major. The test takes about 6 hours, doing a set of questions and tasks. And my results are:
And for the interest, the consecutive choices based from things I desired the most are Mechanical, Practical, and Art.
When I were going to take this test at first, I hope it'll swell my parents' heart and make them realized that I have no talent in being a doctor. The result of my intelligence test is not too bad at all. But things that they haven't notice is: my creativity quotient is same with the numeric. Why I have to make it important? Because my prominent power that I possess since I was a kid is numerical quotient. When the creativity thingy comes with the same rate with the numeric, it means creativity is my newest prominent power! And do you know what my bloody hell mother said when I tell her I want to pursue Architecture?
AAAAHHHHH shoot you shoot me kayak cinta laurahh. I really hate people judgements when they didn't know the way you are. They (in this case: my parents) only know that I have to be a doctor. They tends to know everything about their children when the truth is, they know nothing. They may judge the absent of the creativity within me because they may have no art-tendency blood relation. But maybe, the existence of creativity comes from the very-very-utmost-ultimate-mega resistive chromosome which was sleep within me. Once it was detected and trusted people said it was exist, they deny it with all power they have. It really pissed me off. My 165K rupiah flew away that easy and got no change.
Gosh, how I terribly wanted to study abroad so I can earn my own money and cut the money-source bond between me and my parents :'( Blame my junior high moments, their forces to make me enroll it with their dreams to make me more independent which makes me almost ignore their existence. I do. I already do.
1. Bachelor of Art - Architecture
2. Bachelor of Science - Information Technology
3. Bachelor of Art - Visual Communication Design
And for the interest, the consecutive choices based from things I desired the most are Mechanical, Practical, and Art.
When I were going to take this test at first, I hope it'll swell my parents' heart and make them realized that I have no talent in being a doctor. The result of my intelligence test is not too bad at all. But things that they haven't notice is: my creativity quotient is same with the numeric. Why I have to make it important? Because my prominent power that I possess since I was a kid is numerical quotient. When the creativity thingy comes with the same rate with the numeric, it means creativity is my newest prominent power! And do you know what my bloody hell mother said when I tell her I want to pursue Architecture?
"Architecture is for creative person. You're not a part of it."
AAAAHHHHH shoot you shoot me kayak cinta laurahh. I really hate people judgements when they didn't know the way you are. They (in this case: my parents) only know that I have to be a doctor. They tends to know everything about their children when the truth is, they know nothing. They may judge the absent of the creativity within me because they may have no art-tendency blood relation. But maybe, the existence of creativity comes from the very-very-utmost-ultimate-mega resistive chromosome which was sleep within me. Once it was detected and trusted people said it was exist, they deny it with all power they have. It really pissed me off. My 165K rupiah flew away that easy and got no change.
Gosh, how I terribly wanted to study abroad so I can earn my own money and cut the money-source bond between me and my parents :'( Blame my junior high moments, their forces to make me enroll it with their dreams to make me more independent which makes me almost ignore their existence. I do. I already do.
Akhwat Jatuh Cinta??
Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa...
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...
Namun sebaliknya...
Ketika Akhwat Jatuh Cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…
Ketika Akhwat Jatuh Cinta…
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…
Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…
Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…
Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…
Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…
Semua Akan Indah Pada Waktunya…
By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa...
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...
Namun sebaliknya...
Ketika Akhwat Jatuh Cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…
Ketika Akhwat Jatuh Cinta…
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…
Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…
Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…
Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…
Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…
Semua Akan Indah Pada Waktunya…
By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'
22 August 2010
My hearts yelp
"When I'm here with you, I'll take the batteries out of my watch, so there's nothing restrains us from being together" - #KaichouWaMaidSama fanfic *lupa judulnya apa -__-"*
P.S: Super maaaaf karena jarang post -__- Karena gue mesti ngejar A level yg tinggal 1 setengah bulan lagi, ngejar materi reguler sampe Desember, ngejar Monbusho yg tinggal 10 bulan lagi. Belom lagi ngambil TOEFL, SAT, IELTS. Wish me luck, lads and lasses :)
10 August 2010
Iseng-iseng
LAST PERSON WHO...
x. Slept in your bed: Myself?
x. Saw you cry: My room's ceiling
x. Made you cry: Random. Mostly situation
x. Spent the night with: Rohis 45-46 -> sanlat!!
x. You shared a drink with: forgot -__-
x. You went to the movies with: Cindy, watching Letters to Juliet (Y) (Y)
x. You went to the mall with: Myself... I forgot >_<
x. Yelled at you: Mom and Pop. Again.
x. Sent you an email: SAT. Daily Question, hahaha
x. You kissed: my sister..?
HAVE YOU EVER...
x. Said "I Love You" and meant it: no.. As far I remember
x. Been to New York: Yeah.
x. Florida: Yeah.
x. California: Sigh. Not yet..
x. Hawaii: No.
x. Mexico: Nooo
x. China: Not yet.
x. Canada : Noope
x. Danced naked: noope
x. Dreamed something really crazy and then it happened the next day: I never remember my dreams.. so?
x. Wish you were the opposite sex: Yeah. One day when I was still an elementary kids.
x. Had an imaginary friend: No.
x. Red or blue: Blue, with red in a close second.
x. Spring or Fall: Spring for weather, fall for BIRTHDAYS.
x. Are you bored: Nah.
x. Last noise you heard: Run Joey Run - David Geddes
x. Last time you went out of the state: Lembang. Sanlat :D
x. Things you like in a girl/guy: The ability to make me happy, their brain, beauty, behaviour.. *beauty pageant fanmode: on*
x. What book are you reading now: New Moon. Too last year -__-
x. What is the first thing you think when you wake up: Waking-up prayer O:-)
x. How many rings before you answer: As soon as I notice
x. Future daughter's name: haven't think about it
x. Future son's name: haven't think about it either
x. Do you sleep with a stuffed animal: Nope.
x. If you could have any job you wanted, what would it be: Option trader slash housewife. Huahaha.
x. Are you a lefty, righty or ambidextrous: Righty. Plan to be ambidextrous.
x. Do you type with your fingers on the right keys: Pretty much.
x. What's under your bed: My almost-being-thrown comic books, broken drawer..
x. Favorite sport to watch: F1!!
x. Current Age: 17 years, 1 months and 29days.
x. Siblings: Farah, a wide cheeked girl.
x. Location: Right here, right noooow.
x. College plans: GERMANY! JAPAN! BOTH WITH SCHOLARSHIPS!
x. Piercings: Nope..
x. Boyfriend/Girlfriend: Future Husband
EXTRA STUFF
x. Do you do drugs: Nope.
x. Do you drink: Nope.
x. Who is your best friend: Loneliness
x. What kind of shampoo and conditioner do you use: Head and Shoulders Anti Hair Fall. Suitable for my hair type
x. What are you most scared of: God. And frogs or toads.
x. What clothes do you sleep in: Shirts and trunks
x. Who is the last person who called you: My mom.
x. Where do you want to get married: Soon to be planned with future husband :D
x. Who do you really hate: Ocassionally my mother. Him, always.
x. Favorite number: 7!
x. Been in Love: L is for the way you look at...how I'm still a teenager. It's possible I don't really know what love it.
x. What type automobile do you drive: Panther...?
x. Are you timely or always late: Sometimes I regret my punctuality, but my late nerves controls my emotions more than myself does.
x. Do you have a job: I wish
x. Do you like being around people: Yeah! :)
x. Best feeling in the world: Knowing everything is going to work out eventually. And everything is on the right place.
x. Are you for world peace: When world peace happened, the end of the world would come.
x. Are you a health freak : Not at all.
STUFF
x. Have you ever loved someone you had no chance with: HAH! heh. Sigh.
x. Have you ever cried over something someone of the opposite sex did: Nope. What for?
x. Do you have a "type" of person you always go after: Tsuchiura Ryotaro from La Corda d'Oro!! Or Usui Takumi from Kaichou Wa Maid Sama!! *in love with 2D characters :D*
x. Want someone you don't have right now: Nope.
x. Are you lonely right now: Somehow yeah.
x. Ever afraid you'll never get married: Afraid? Maybe sometimes.
x. Do you want to get married: I hope I do.
x. Do you want kids: I think so.
FAVORITE
x. Room in house: Room sweet room.
x. Type(s) of music: Accoustics, classical, acapellas, music with less mixing things, good vocal and great music technique.
x. Band: Mocca, White Shoes and the Couples Company, Gradasi (is it counted?)
x. Memory: Junior Highs :)
x. Day of the week: Fridays, Saturdays.
x. Color: Blue, grey, orange.
x. Perfume or cologne: Vanilla scent Nature Wonders.
x. Month: June, probably.
IN THE LAST 48 HOURS, HAVE YOU...
x. Cried: No.
x. Bought something: Sprite.
x. Gotten sick: Stuffy nose.. is it even counted?
x. Sang: Do I ever stop?
x. Said "I Love You": Nope.
x. Wanted to tell someone you loved them: Good question.
x. Met someone new: Pool guard..?
x. Moved on: Since I fall
x. Talked to someone: Yes.
x. Missed someone: Sorta.
x. Hugged someone: My pillow.
x. Kissed someone: Nope.
x. Fought with your parents: Haven't.
x. Dreamt about someone you can't be with: No.
x. Had a lot of sleep: Nope. Although I planned to do so, I always end up to wake at 6 -__-
HAVE YOU EVER..
x. been drunk: Nope.
x. smoked pot: Nah.
x. kissed a member of the opposite sex: Never. Ever.
x. kissed a member of the same sex: Sure.
x. crashed a friend's car: No.
x. been to japan: Yeaaaah!
x. ridden in a taxi: Yap.
x. been in love: Didn't we already ask that question?
x. been dumped: Yes.
x. shoplifted: Mhm
x. been fired: No.
x. been in a fist fight: To train my reflexes, yeah.
x. snuck out of my parent's house: Yeah!
x. been arrested: Nope.
x. made out with a stranger: No!
x. stole something from a job: No.
x. celebrated new years in time square: No.
x. gone on a blind date: No.
x. lied to a friend: ..Doesn't everyone?
x. had a crush on a teacher: Never.
x. celebrated mardi-gras in new orleans: No.
x. been to europe: YES!!
x. skipped school: Because I was blah and blah..
x. slept with a co-worker: Nope.
x. had sex at the office: Nooo!
x. been married: Soon to be.
x. gotten divorced: I hope not.
x. had children: Okay, I'm done with this thing.
x. stripped at a party: dum da dum dum dum duuuuuuuum
x. literally crawled to your house drunk, even if just from across the street: I don't have any street to cross. :(
x. jumped off a bridge: Once in junior high.
x. gone surfing: Nope.
x. had a mullet: Right. Now.
x. Slept in your bed: Myself?
x. Saw you cry: My room's ceiling
x. Made you cry: Random. Mostly situation
x. Spent the night with: Rohis 45-46 -> sanlat!!
x. You shared a drink with: forgot -__-
x. You went to the movies with: Cindy, watching Letters to Juliet (Y) (Y)
x. You went to the mall with: Myself... I forgot >_<
x. Yelled at you: Mom and Pop. Again.
x. Sent you an email: SAT. Daily Question, hahaha
x. You kissed: my sister..?
HAVE YOU EVER...
x. Said "I Love You" and meant it: no.. As far I remember
x. Been to New York: Yeah.
x. Florida: Yeah.
x. California: Sigh. Not yet..
x. Hawaii: No.
x. Mexico: Nooo
x. China: Not yet.
x. Canada : Noope
x. Danced naked: noope
x. Dreamed something really crazy and then it happened the next day: I never remember my dreams.. so?
x. Wish you were the opposite sex: Yeah. One day when I was still an elementary kids.
x. Had an imaginary friend: No.
x. Red or blue: Blue, with red in a close second.
x. Spring or Fall: Spring for weather, fall for BIRTHDAYS.
x. Are you bored: Nah.
x. Last noise you heard: Run Joey Run - David Geddes
x. Last time you went out of the state: Lembang. Sanlat :D
x. Things you like in a girl/guy: The ability to make me happy, their brain, beauty, behaviour.. *beauty pageant fanmode: on*
x. What book are you reading now: New Moon. Too last year -__-
x. What is the first thing you think when you wake up: Waking-up prayer O:-)
x. How many rings before you answer: As soon as I notice
x. Future daughter's name: haven't think about it
x. Future son's name: haven't think about it either
x. Do you sleep with a stuffed animal: Nope.
x. If you could have any job you wanted, what would it be: Option trader slash housewife. Huahaha.
x. Are you a lefty, righty or ambidextrous: Righty. Plan to be ambidextrous.
x. Do you type with your fingers on the right keys: Pretty much.
x. What's under your bed: My almost-being-thrown comic books, broken drawer..
x. Favorite sport to watch: F1!!
x. Current Age: 17 years, 1 months and 29days.
x. Siblings: Farah, a wide cheeked girl.
x. Location: Right here, right noooow.
x. College plans: GERMANY! JAPAN! BOTH WITH SCHOLARSHIPS!
x. Piercings: Nope..
x. Boyfriend/Girlfriend: Future Husband
EXTRA STUFF
x. Do you do drugs: Nope.
x. Do you drink: Nope.
x. Who is your best friend: Loneliness
x. What kind of shampoo and conditioner do you use: Head and Shoulders Anti Hair Fall. Suitable for my hair type
x. What are you most scared of: God. And frogs or toads.
x. What clothes do you sleep in: Shirts and trunks
x. Who is the last person who called you: My mom.
x. Where do you want to get married: Soon to be planned with future husband :D
x. Who do you really hate: Ocassionally my mother. Him, always.
x. Favorite number: 7!
x. Been in Love: L is for the way you look at...how I'm still a teenager. It's possible I don't really know what love it.
x. What type automobile do you drive: Panther...?
x. Are you timely or always late: Sometimes I regret my punctuality, but my late nerves controls my emotions more than myself does.
x. Do you have a job: I wish
x. Do you like being around people: Yeah! :)
x. Best feeling in the world: Knowing everything is going to work out eventually. And everything is on the right place.
x. Are you for world peace: When world peace happened, the end of the world would come.
x. Are you a health freak : Not at all.
STUFF
x. Have you ever loved someone you had no chance with: HAH! heh. Sigh.
x. Have you ever cried over something someone of the opposite sex did: Nope. What for?
x. Do you have a "type" of person you always go after: Tsuchiura Ryotaro from La Corda d'Oro!! Or Usui Takumi from Kaichou Wa Maid Sama!! *in love with 2D characters :D*
x. Want someone you don't have right now: Nope.
x. Are you lonely right now: Somehow yeah.
x. Ever afraid you'll never get married: Afraid? Maybe sometimes.
x. Do you want to get married: I hope I do.
x. Do you want kids: I think so.
FAVORITE
x. Room in house: Room sweet room.
x. Type(s) of music: Accoustics, classical, acapellas, music with less mixing things, good vocal and great music technique.
x. Band: Mocca, White Shoes and the Couples Company, Gradasi (is it counted?)
x. Memory: Junior Highs :)
x. Day of the week: Fridays, Saturdays.
x. Color: Blue, grey, orange.
x. Perfume or cologne: Vanilla scent Nature Wonders.
x. Month: June, probably.
IN THE LAST 48 HOURS, HAVE YOU...
x. Cried: No.
x. Bought something: Sprite.
x. Gotten sick: Stuffy nose.. is it even counted?
x. Sang: Do I ever stop?
x. Said "I Love You": Nope.
x. Wanted to tell someone you loved them: Good question.
x. Met someone new: Pool guard..?
x. Moved on: Since I fall
x. Talked to someone: Yes.
x. Missed someone: Sorta.
x. Hugged someone: My pillow.
x. Kissed someone: Nope.
x. Fought with your parents: Haven't.
x. Dreamt about someone you can't be with: No.
x. Had a lot of sleep: Nope. Although I planned to do so, I always end up to wake at 6 -__-
HAVE YOU EVER..
x. been drunk: Nope.
x. smoked pot: Nah.
x. kissed a member of the opposite sex: Never. Ever.
x. kissed a member of the same sex: Sure.
x. crashed a friend's car: No.
x. been to japan: Yeaaaah!
x. ridden in a taxi: Yap.
x. been in love: Didn't we already ask that question?
x. been dumped: Yes.
x. shoplifted: Mhm
x. been fired: No.
x. been in a fist fight: To train my reflexes, yeah.
x. snuck out of my parent's house: Yeah!
x. been arrested: Nope.
x. made out with a stranger: No!
x. stole something from a job: No.
x. celebrated new years in time square: No.
x. gone on a blind date: No.
x. lied to a friend: ..Doesn't everyone?
x. had a crush on a teacher: Never.
x. celebrated mardi-gras in new orleans: No.
x. been to europe: YES!!
x. skipped school: Because I was blah and blah..
x. slept with a co-worker: Nope.
x. had sex at the office: Nooo!
x. been married: Soon to be.
x. gotten divorced: I hope not.
x. had children: Okay, I'm done with this thing.
x. stripped at a party: dum da dum dum dum duuuuuuuum
x. literally crawled to your house drunk, even if just from across the street: I don't have any street to cross. :(
x. jumped off a bridge: Once in junior high.
x. gone surfing: Nope.
x. had a mullet: Right. Now.
30 June 2010
What I wish to be and what they told me to be
Ohisashiburi, readers! Setelah sekian lama vakum karena ke(sok)sibukan saya ke sana-sini, jadi blog ini sedikit terbengkalai dan hampir masuk kategori 'Tidak Layak Baca'. Mungkin kalau blog ini sampah, udah di-daur ulang mungkin.
Hari Sabtu kemarin baru terima rapot dan alhamdulillah cukup memuaskan. Dan cukup shock karena mengetahui bahwa ranking 1 kelas saya rata"nya sembilanempatkomaan, saya mengambil kesimpulan bahwa kelas XII nanti belajarnya bener-bener gak boleh kedistract sama apapun kalo mau mendapatkan hasil maksimal. Karena saya orang yg cukup sensitif terhadap bunyi-bunyian (jadi kalo ada bunyi sedikit bakal gak fokus)-kecuali kalau saya tidur karena saya orang yg lumayan kebo *blak-blakan dikit lah*. Pengen jadi nerd setahun biar bisa menuai buah yg manis nantinya.
Gak kerasa banget. Bener-bener gak kerasa kalo udah ngelewatin kelas XI. Tahun yg disibukkan oleh organisasi, tahun di mana materi pelajaran lagi hot-hotnya digenjot, tahun yang paling cepet yg pernah saya laluin, beneran. Rasanya baru kemarin ada berita Mama Lauren meninggal, dan gue baru nyadar kalau berita itu muncul bulan Mei (gak penting sih, tapi anehnya saya bener" kaget pas tahu kalo berita itu muncul bulan Mei. Gue sangkain awal Juni atau kapankek). Satu minggu di kelas XI ini berasa sekejap mata banget. Tahu-tahu udah episode baru Maid Sama aja (Author note: Maid Sama tayang tiap Minggu malem, jadi kalo udah ada iklan"nya, gue agak parno soalnya gak nyadar udah mau ganti minggu).
Hal yg paling meresahkan hingga saat ini adalah: saya masih milih" jurusan kuliah yg disetujui sama ortu. Karenaaaaaa tipikal ortu Indonesia adalah profit oriented. Kalo mereka gak ngeliat perspektif kerja yg jelas buat kedepannya, mereka gak bakal setuju sama jurusan yg dipilih sama anaknya. Dan ujung-ujungnya menyarankan satu jurusan yg paling saya tidak sukai: kedokteran.
Kenapa kedokteran?
Menurut sumber yang (sepertinya) terpercaya (baca: orangtua saya), katanya saya punya bakat. Entah apakah itu penilaian yg subjektif atau tidak (karena sebagian besar keluarga saya adalah dokter), karena menurut saya sendiri, saya bingung wujud dari bakat yg mereka maksud itu berupa apa. Apakah karena banyak orang yg saya pijit dan mereka bilang pijitan saya enak, lantas saya punya bakat untuk menyembuhkan orang? Nggak kan? Seharusnya mereka membiarkan saya jadi tukang pijit kalau itu contohnya.
Selain itu, mereka bilang saya punya kapasitas otak yg memadai. INI JELAS SAYA BANTAH. Karena bukti konkret menunjukkan kalau nilai terjelek saya di rapor adalah Biologi, di mana pelajaran itu merupakan landasan pengetahuan yg berbau kedokteran dan sejenisnya.
Dan yg paling gak make sense, mereka bilang bahwa orang-orang yg mereka tinggikan (baca: ulama terkemuka di suatu daerah - FYI, keluarga saya cukup rajin menyambangi mereka, tanpa tahu mereka menjalani Islam secara kaffah atau tidak, jadi ulama yg disebutkan di sini agak kurang saya percayai kebenarannya) berkata bahwa saya pasti jadi dokter. Untuk ukuran orang yg baru pertama kali bertemu, hal itu gak make sense sama sekali. Mungkin karena hampir semua orang bilang kalau saya carbon copy ayah saya persis - cuma beda gender doang, sehingga mereka bilang kalo saya punya muka dokter. YA IYALAH. Coba kalo ayah saya petani, mereka pasti juga bilang kalo saya pasti jadi petani.
Mungkin untuk ukuran anak 8 yang mayoritas pengen masuk FKUI, saya termasuk anak-anak anomali. Kenapa saya gak pengen jadi dokter?
1. Jam terbangnya terlalu tinggi. Profesi dokter menuntut pelakunya untuk melayani pasiennya tanpa kenal waktu. Contoh gampangnya, rumah sakit gak ada yg punya rentang waktu operasional dari jam 07.00 - 21.00 kan? (misalnya). Ini menunjukkan bahwa selama rumah sakit buka, masih ada dokter yg bekerja di dalamnya, walaupun waktu itu di luar jam kerja praktiknya. Seperti ayah saya yg pernah baru pulang ke rumah jam 4 pagi dan berangkat lagi ke rumah sakit jam 7 pagi. Hal-hal ini bertentangan dengan saya yg senang hal-hal yg rutin dan gak bisa begadang alias kerjaannya tidur mulu.
2. No work, no money. Selama anda tidak bekerja, anda tidak akan mendapat uang. Saya lebih suka pekerjaan yg menghasilkan passive income, sehingga saya gak perlu kerja banyak untuk menghasilkan income yg sama besar seperti orang yg bekerja. (baca: saya orang yg malas)
3. (kalau insyallah saya punya keluarga kedepannya) Quality time dengan keluarga, terutama anak saya, akan berkurang. Dengan realita sekarang, di mana saya adalah anak seorang dokter dan pegawai swasta yg susah cuti, saya jaraaaaaang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga primer saya. Singkat kata, saya lebih suka dibilang 'anak nenek' atau 'anak pembantu' dibanding 'anak mama', karena kenyataannya saya lebih sering berlibur sama nenek-kakek dan menghabiskan waktu di rumah dengan pembantu. Saya gak ingin hal ini terjadi dengan anak saya nantinya, jadi mendingan saya bekerja di rumah atau kerja yg menghasilkan passive income.
4. (obviously) It's definitely not my thing! Saya lebih suka menghitung daripada merelasikan pengetahuan yg saya baca dengan kasus yg saya hadapi atau dengan kata lain studi kasus. Saya gak suka melihat sesuatu yg gak normal - orang yg badannya tertancap kaca-lah, orang yg kecelakaan sampai berdarah"-lah, bahkan saya gak kuat ngeliat orang berdarah karena kebeset kaleng! Saya gak suka mengambil resiko, saya bukan orang yg rajin, dan pastinya saya bukan orang yg kuat untuk belajar ilmu kedokteran selama 7 tahun!
Maka dari itu, saya lebih prefer ambil:
1. Mechanical Engineering


Mechanical engineering is a discipline of engineering that applies the principles of physics and materials science for analysis, design, manufacturing, and maintenance of mechanical systems. It is the branch of engineering that involves the production and usage of heat and mechanical power for the design, production, and operation of machines and tools.
2. Electrical & Computer Engineering

Computer engineering, also called electrical & computer engineering, computer science & engineering, or computer systems engineering, is a discipline that combines both electrical engineering and computer science. Computer engineers usually have training in electronic engineering, software design and hardware-software integration instead of only software engineering or electronic engineering.
3. Architecture
Architecture (Latin architectura, from the Greek ἀρχιτέκτων – arkhitekton, from ἀρχι- "chief" and τέκτων "builder, carpenter") can mean:
Pengennya ngambil di luar negeri, tapi salah satu panelis seminar tentang sekolah di luar negeri bilang gini: "Kalo mau belajar di luar, mending S1-nya di Indonesia biar
punya basic pengetahuan yg sama, jadinya kalo mau kerja di Indonesia lagi, gak perlu susah" belajar ujian persamaan. Baru nanti S2-nya di luar. Tapi kalo mau S1-nya di luar, mending ambil major yg gak ada di Indonesia, jadi anda punya pengetahuan yg gak umum, tapi pada kenyataannya bisa diimplikasikan di Indonesia, karena gak banyak orang punya kemampuan tersebut."
Nah, PR liburan saya sekarang adalah mencari jawaban dari opsi kedua panelis tersebut, karena...saya entah kenapa gak minat sekolah di Indonesia, terutama UI. Saya belom mengeksplor UI terlalu dalam sih, tapi sepertinya saya tipe "judge the book by its cover"- kalo mau masuk teknik, masuk ke kampus yg ada nama 'teknik'nya, kayak ITB. Bilang saya freak, tapi itulah saya.
Salah satu yg bikin saya bingung memilih jurusan karena saya kebanyakan hobi. Saya suka belajar bahasa asing. Saya suka main biola. Mungkin kalo saya udah durhaka sama orangtua saya (astaghfirullah, jangan sampe!), saya udah ambil sastra bahasa asing sama teori musik.
NB: passive income: pendapatan yg didapatkan tanpa bekerja-biasanya berupa royalti atau hasil bermain saham
Karena pekerjaan tidak akan jadi membosankan selama kita masih punya passion di bidang itu :)
Hari Sabtu kemarin baru terima rapot dan alhamdulillah cukup memuaskan. Dan cukup shock karena mengetahui bahwa ranking 1 kelas saya rata"nya sembilanempatkomaan, saya mengambil kesimpulan bahwa kelas XII nanti belajarnya bener-bener gak boleh kedistract sama apapun kalo mau mendapatkan hasil maksimal. Karena saya orang yg cukup sensitif terhadap bunyi-bunyian (jadi kalo ada bunyi sedikit bakal gak fokus)-kecuali kalau saya tidur karena saya orang yg lumayan kebo *blak-blakan dikit lah*. Pengen jadi nerd setahun biar bisa menuai buah yg manis nantinya.
Gak kerasa banget. Bener-bener gak kerasa kalo udah ngelewatin kelas XI. Tahun yg disibukkan oleh organisasi, tahun di mana materi pelajaran lagi hot-hotnya digenjot, tahun yang paling cepet yg pernah saya laluin, beneran. Rasanya baru kemarin ada berita Mama Lauren meninggal, dan gue baru nyadar kalau berita itu muncul bulan Mei (gak penting sih, tapi anehnya saya bener" kaget pas tahu kalo berita itu muncul bulan Mei. Gue sangkain awal Juni atau kapankek). Satu minggu di kelas XI ini berasa sekejap mata banget. Tahu-tahu udah episode baru Maid Sama aja (Author note: Maid Sama tayang tiap Minggu malem, jadi kalo udah ada iklan"nya, gue agak parno soalnya gak nyadar udah mau ganti minggu).
Hal yg paling meresahkan hingga saat ini adalah: saya masih milih" jurusan kuliah yg disetujui sama ortu. Karenaaaaaa tipikal ortu Indonesia adalah profit oriented. Kalo mereka gak ngeliat perspektif kerja yg jelas buat kedepannya, mereka gak bakal setuju sama jurusan yg dipilih sama anaknya. Dan ujung-ujungnya menyarankan satu jurusan yg paling saya tidak sukai: kedokteran.
Kenapa kedokteran?
Menurut sumber yang (sepertinya) terpercaya (baca: orangtua saya), katanya saya punya bakat. Entah apakah itu penilaian yg subjektif atau tidak (karena sebagian besar keluarga saya adalah dokter), karena menurut saya sendiri, saya bingung wujud dari bakat yg mereka maksud itu berupa apa. Apakah karena banyak orang yg saya pijit dan mereka bilang pijitan saya enak, lantas saya punya bakat untuk menyembuhkan orang? Nggak kan? Seharusnya mereka membiarkan saya jadi tukang pijit kalau itu contohnya.
Selain itu, mereka bilang saya punya kapasitas otak yg memadai. INI JELAS SAYA BANTAH. Karena bukti konkret menunjukkan kalau nilai terjelek saya di rapor adalah Biologi, di mana pelajaran itu merupakan landasan pengetahuan yg berbau kedokteran dan sejenisnya.
Dan yg paling gak make sense, mereka bilang bahwa orang-orang yg mereka tinggikan (baca: ulama terkemuka di suatu daerah - FYI, keluarga saya cukup rajin menyambangi mereka, tanpa tahu mereka menjalani Islam secara kaffah atau tidak, jadi ulama yg disebutkan di sini agak kurang saya percayai kebenarannya) berkata bahwa saya pasti jadi dokter. Untuk ukuran orang yg baru pertama kali bertemu, hal itu gak make sense sama sekali. Mungkin karena hampir semua orang bilang kalau saya carbon copy ayah saya persis - cuma beda gender doang, sehingga mereka bilang kalo saya punya muka dokter. YA IYALAH. Coba kalo ayah saya petani, mereka pasti juga bilang kalo saya pasti jadi petani.
Mungkin untuk ukuran anak 8 yang mayoritas pengen masuk FKUI, saya termasuk anak-anak anomali. Kenapa saya gak pengen jadi dokter?
1. Jam terbangnya terlalu tinggi. Profesi dokter menuntut pelakunya untuk melayani pasiennya tanpa kenal waktu. Contoh gampangnya, rumah sakit gak ada yg punya rentang waktu operasional dari jam 07.00 - 21.00 kan? (misalnya). Ini menunjukkan bahwa selama rumah sakit buka, masih ada dokter yg bekerja di dalamnya, walaupun waktu itu di luar jam kerja praktiknya. Seperti ayah saya yg pernah baru pulang ke rumah jam 4 pagi dan berangkat lagi ke rumah sakit jam 7 pagi. Hal-hal ini bertentangan dengan saya yg senang hal-hal yg rutin dan gak bisa begadang alias kerjaannya tidur mulu.
2. No work, no money. Selama anda tidak bekerja, anda tidak akan mendapat uang. Saya lebih suka pekerjaan yg menghasilkan passive income, sehingga saya gak perlu kerja banyak untuk menghasilkan income yg sama besar seperti orang yg bekerja. (baca: saya orang yg malas)
3. (kalau insyallah saya punya keluarga kedepannya) Quality time dengan keluarga, terutama anak saya, akan berkurang. Dengan realita sekarang, di mana saya adalah anak seorang dokter dan pegawai swasta yg susah cuti, saya jaraaaaaang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga primer saya. Singkat kata, saya lebih suka dibilang 'anak nenek' atau 'anak pembantu' dibanding 'anak mama', karena kenyataannya saya lebih sering berlibur sama nenek-kakek dan menghabiskan waktu di rumah dengan pembantu. Saya gak ingin hal ini terjadi dengan anak saya nantinya, jadi mendingan saya bekerja di rumah atau kerja yg menghasilkan passive income.
4. (obviously) It's definitely not my thing! Saya lebih suka menghitung daripada merelasikan pengetahuan yg saya baca dengan kasus yg saya hadapi atau dengan kata lain studi kasus. Saya gak suka melihat sesuatu yg gak normal - orang yg badannya tertancap kaca-lah, orang yg kecelakaan sampai berdarah"-lah, bahkan saya gak kuat ngeliat orang berdarah karena kebeset kaleng! Saya gak suka mengambil resiko, saya bukan orang yg rajin, dan pastinya saya bukan orang yg kuat untuk belajar ilmu kedokteran selama 7 tahun!
Maka dari itu, saya lebih prefer ambil:
1. Mechanical Engineering

Mechanical engineering is a discipline of engineering that applies the principles of physics and materials science for analysis, design, manufacturing, and maintenance of mechanical systems. It is the branch of engineering that involves the production and usage of heat and mechanical power for the design, production, and operation of machines and tools. 2. Electrical & Computer Engineering
Computer engineering, also called electrical & computer engineering, computer science & engineering, or computer systems engineering, is a discipline that combines both electrical engineering and computer science. Computer engineers usually have training in electronic engineering, software design and hardware-software integration instead of only software engineering or electronic engineering.
3. Architecture
- The art and science of designing and erecting buildings and other physical structures.
- The practice of an architect, where architecture means to offer or render professional services in connection with the design and construction of a building, or group of buildings and the space within the site surrounding the buildings, that have as their principal purpose human occupancy or use.[1]
- A general term to describe buildings and other structures.
- A style and method of design and construction of buildings and other physical structures.
Pengennya ngambil di luar negeri, tapi salah satu panelis seminar tentang sekolah di luar negeri bilang gini: "Kalo mau belajar di luar, mending S1-nya di Indonesia biar
punya basic pengetahuan yg sama, jadinya kalo mau kerja di Indonesia lagi, gak perlu susah" belajar ujian persamaan. Baru nanti S2-nya di luar. Tapi kalo mau S1-nya di luar, mending ambil major yg gak ada di Indonesia, jadi anda punya pengetahuan yg gak umum, tapi pada kenyataannya bisa diimplikasikan di Indonesia, karena gak banyak orang punya kemampuan tersebut."
Nah, PR liburan saya sekarang adalah mencari jawaban dari opsi kedua panelis tersebut, karena...saya entah kenapa gak minat sekolah di Indonesia, terutama UI. Saya belom mengeksplor UI terlalu dalam sih, tapi sepertinya saya tipe "judge the book by its cover"- kalo mau masuk teknik, masuk ke kampus yg ada nama 'teknik'nya, kayak ITB. Bilang saya freak, tapi itulah saya.
Salah satu yg bikin saya bingung memilih jurusan karena saya kebanyakan hobi. Saya suka belajar bahasa asing. Saya suka main biola. Mungkin kalo saya udah durhaka sama orangtua saya (astaghfirullah, jangan sampe!), saya udah ambil sastra bahasa asing sama teori musik.
NB: passive income: pendapatan yg didapatkan tanpa bekerja-biasanya berupa royalti atau hasil bermain saham
Karena pekerjaan tidak akan jadi membosankan selama kita masih punya passion di bidang itu :)
28 May 2010
Let's squeals like all girls do
(skip kalo anda enggan menikmati ke-fangirl-an saya :D)
Halo halo sepertinya blog ini kering postingan. Maaf yaaaa soalnya lagi (sok) sibuk AS Level exam, trus sebelumnya ke Jerman (story in progress), trus sekarang mau sumatif!!! 2 tahun di 8 bener-bener berasa sekejap mata banget yah. Kayaknya baru kemaren MOS, kenalan sama temen-temen baru di SMA dengan seragam biru dan kerudung biru ngejreng a la NF, sekarang udah mau lulus lagi aja -___-Oke, intronya cukup segitu. Akhir-akhir ini gue lagi keracunan musik klasik sama fanfiction. Apa itu fanfiction? Jadi misalnya ada storyline nih, buku ato game ato anime/manga. Biasanya authornya udah ngeplot ceritanya, misalnya si cewek mati, si cowok ikut"an mati sama ceweknya. Kalo fanfiction itu jadi semacam cerita yg dibuat sama orang-orang yg baca buku atau manga-nya, mainin game, atau nonton film/animenya (intinya orang yg tahu tentang film/game/anime-manga tersebut), trus mereka bikin cerita lepas tentang film/game/anime-manga tersebut.
Nah, gue lagi suka banget sama anime/manga ini nih:
Ceritanya tentang seorang cewek (yg rambutnya merah), dia bener" buta tentang musik klasik, trus muncul peri penjaga sekolahnya yg ngasih biola ajaib ke si cewek itu dan mendaftarkan si cewek agar bisa ikut kontes musik di sekolahnya-Seiso Gakuen. Di Seiso Gakuen itu ada dua jurusan: General Department (Pendidikan Umum-kayak SMA biasa) dan Music Department (Pendidikan Musik-kayak Perguruan Musik Cikini). Di lomba itu biasanya peserta yg terpilih untuk ikut kontes itu adalah siswa-siswa dari Music Department dan mereka jago banget pastinya. Dan kontes itu gak diadain setiap tahun, cuma 5 tahun sekali. Baru tahun inilah ada anak General Department yg ikut, yaitu si cewek rambut merah. Dengan ikut kontes itu, si cewek rambut merah bisa merasakan indahnya musik dan bisa mengubah orang-orang yg ada di sekitarnya.
The Casts:
Anime-manga yg bertema reversed harem (cewek satu, cowok banyak) ini dipenuhi bishonen (cowok cantik), kecuali pacar gue yg satu ini:

Isn't he so adorable? *gilanya kumat*
The Casts:

Isn't he so adorable? *gilanya kumat*Seperti yg bisa dilihat di character in anime, he plays piano and he is Tsuchiura Ryotaro *kyaaa*. Dia anak General Department juga seperti Kahoko (a.k.a cewek rambut merah), maka dari itu dia dianggep onii-chan (kakak cowok) oleh Kahoko, mungkin karena badannya tinggi, hehe. Dia baru bergabung di kontes musik itu di ronde kedua (dengan total ada 4 ronde), padahal tadinya dia menghujat kontesnya itu. Sebelumnya, gak ada yg tahu kalo dia jago main piano, bahkan mantannya pun gak tau, karena dia punya trauma masa lalu. Bakat pianonya 'ketahuan' oleh Kahoko karena kepergok main piano di salah satu toko musik, lalu dia ngajak Ryotarou untuk ikut kontesnya (ditambah dia 'didaftarin' oleh Lili the Fairy). Sebelumnya, dia ace di klub sepak bola di Seiso Gakuen, tapi pada akhirnya keluar karena dia ikut kontes dan dia memang mau meneruskan main piano di masa depan.
Namanya juga anime-manga yg temanya reversed harem, and obviously every boys who join the concour ARE fall in love with Kahoko. Sekalipun dia adalah seorang Azuma Yunoki, bishonen yang super perfect (dan dia Ladies Man - Pria Idaman Wanita :p) dan bermuka dua (yg cuma diperlihatkan ke Kahoko aja dengan wujud intimidasi), dan Len Tsukimori yg super-cool-sampai-sampai-si-Ryotarou-ngasih-julukan-'Ice Cube' (dan Len sering menyebut Ryotaro dengan 'Green Head Fool', haha). Tapi di antara semua cowok itu, gue lebih suka pairing:
Yg ini ceritanya mantannya Ryotaro (cewek rambut putih) ngajak Ryotaro dan Kahoko buat main ke theme park gitu. Tapi kalo bertiga, si Kahoko pasti dicuekin, jadinya dia ngajak Len ♥ ♥ (dan Len gak pernah ke theme park karena kerjaannya latihan biola terus -_-') Trus scene ini diambil pas mereka berempat masuk ke rumah hantu dan Kahoko ketakutan.
ini scene sebelum gambar yg atas
Namanya juga anime-manga yg temanya reversed harem, and obviously every boys who join the concour ARE fall in love with Kahoko. Sekalipun dia adalah seorang Azuma Yunoki, bishonen yang super perfect (dan dia Ladies Man - Pria Idaman Wanita :p) dan bermuka dua (yg cuma diperlihatkan ke Kahoko aja dengan wujud intimidasi), dan Len Tsukimori yg super-cool-sampai-sampai-si-Ryotarou-ngasih-julukan-'Ice Cube' (dan Len sering menyebut Ryotaro dengan 'Green Head Fool', haha). Tapi di antara semua cowok itu, gue lebih suka pairing:
In my opinion, awal gue suka anime/manga karena temanya musik klasik dan ada yg main biola, haha. Selain itu storyline-nya juga gak ngebosenin karena mangaka-nya ngasih banyak rintangan, misalnya si Len di akhir tahun ajaran mau pindah ke luar negeri (ups, spoiler). Manga-nya udah sampai 66 chapter di Jepang, di Indonesia baru 40-an, di Manga Fox masih 63 chapter (where are those remaining 3 chapters?) dan di sela menunggu 3 chapter itu, gue baca fanfic, which makes me squeal all the time. Apalagi fanfic ini, ini, dan yang ini. It really makes me squeal all the time :)))
20 May 2010
It's gonna be a long post
Setelah berbulan-bulan vakum dari dunia per-blog-an, akhirnya gue kembali lagi! Yeaaay *gak jelas* Oke skip.
Jadi selama masa vakum itu, banyak peristiwa yg terjadi, di antaranya:
1. 8 Islamic Skills Competition a.k.a 8 Mission -- selengkapnya baca blognya Ikhsan. Males nulis, hehe

Intinya, acara ini adalah proker Rohis 8 berupa LOKETA (Lomba Keterampilan Agama) dengan 7 cabang lomba - MTQ, Adzan, Marawis, Cerdas Cermat, Jilbab Syar'i, Kultum, dan Kaligrafi. Dan lagi-lagi, gue jadi sekretaris bersama Insan si penjual pulsa (hehe peace san). Dan gue superrrr gabut selama acara karena sekretaris biasanya sibuk di awal dan akhir acara aja, ngurus proposal dan LK. Pra-pelaksanaan acara, kerjanya ....nyatetin rapat. Mana akhir-akhir ini file-ing gue lagi kacau pula, ckck (loh kok curhat). Sayangnya, gue gak dateng pas hari H karena event ke-2 yg akan terjadi setelah ini. Lengkaplah sudah dua tahun sebagai anak Rohis dan gak pernah dateng 8 Mission -___- Dan alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan lebih baik dari tahun lalu.
2. Tour de Germany

Musim liburan memang belum lewat- jangan berpikir kalian udah melewatkan musim liburan. Di saat 8 lagi hectic dengan segala-macam-ujian dan gue dengan preparation AS level exam, di mana gue mengambil 4 subjects - Math, Physics, Biology, General Paper - dan kebanyakan temen-temen gue ngambilnya cuma Math aja (karena wajib), gue diajak liburan ke Jerman. Cukup gila, bukan? Dan mungkin, kata 'liburan' di sini agak kurang tepat, karena gue diajak karena:
1) Adek gue udah liburan. Satu setengah bulan sampai tasyakuran.
2) Kakek-Nenek gue mau jenguk om yang tinggal (dan udah jadi warga negara) di sana. Karena mereka udah lansia, mana Nenek gue lututnya bermasalah, Kakek gue susah jalan karena obesitas, jadi mereka perlu GUARDIAN. Inilah tugas utama gue di sana.
3) Gue udah berusaha biar gak ikut ke sana karena -again, gue (sok) sibuk sama persiapan AS level, dan makin deket hari-H ujian, pasti banyak Try Out". Dan yg sebelnya.. gue gak ikut 8 Mission :'( Mana bokap-nyokap gue juga gak bisa cuti, akhirnya anak tertuanyapun dijadikan tumbal.
Oke, kita mulai perjalanan kita. Kencangkan sabuk pengaman anda, tegakkan sandaran kursi, kunci dan lipatlah meja yang berada di depan anda.
Day 1 and 2 (30 April 2010): Jakarta - Doha - Berlin Tebak jam berapa gue take off dari Soekarno-Hatta? Bener, jam setengah 2 pagi. Naik Qatar Airways ke Berlin dan harus transit di Doha (ibukotanya Qatar). Perjalanannya sekitar 7-8 jam dan nyampe di Doha jam setengah 6 pagi waktu sana (Waktu Indonesia Barat dikurang 4 jam). Pas ngantri mau transitnya...banyak banget orang Indonesianya! Se-security X-Ray barang-nyapun orang Indonesia! Soalnya pas pesawat gue mendarat, trus kan banyak TKI-TKI gitu, si petugasnya bilang, "Sabar mbak..jangan desek-desekan.." Mana TKInya ada yg salah masuk ke bagian transit, lagi! Bukannya ke bagian yg mau masuk negaranya. Akhirnya, serombongan penuh TKI pindah dari barisan transit ke bagian masuk ke Qatar-nya, phew!

Setelah melewati X-Ray, akhirnya masuk dan ke gate tempat masuk pesawatnya. Tapi, di boarding passnya bilang kalo gue berangkatnya jam setengah 1 siang. Artinya...gue mesti nunggu 7 jam di airport!!! Akhirnya gue dan adek gue (kita berangkat berdua dari Jakarta-Berlin) keliling-keliling airport kayak anak hilang! Dari Duty Free Shop-nya, Cafe, sampe nyari-nyari stop kontak buat nyolokin adapter laptop biar bisa pake Wi-Fi gratis. Nyatanya? Gak bisa connect sama sekali -___- Mana HP gue juga gak bisa dipake di sana, mungkin karena im3 abalan *jahat*, padahal HP adek gue yg pake Matrix bisa dipake, bzzt.
Selain itu, gue juga norak banget. Karena ini pertama kalinya gue ke luar negeri sendiri (adek gue gak dihitung soalnya dia maunya ngekor gue aja) dan pertama kalinya juga gue transit, gue bolak-balik ke security desk buat nanyain koper-koper. Padahal orang securitynya udah bilang, "It's fine", tapi gue tetep aja cemas! Sampe orang securitynya bosen ngeliat gue kali ya, haha. Akhirnya setelah nunggu 7 jam di sana, gue berangkat juga ke Berlin.
Di Berlin, ternyata koper gue ada! *norak maksimal* Alhamdulillah. Dan ternyata, kakek-nenek gue udah nunggu di sana juga. Om gue dan mobilnya lagi muter, soalnya biaya parkir di airport Berlin Tegel mahal banget! Katanya 1 jam bisa sampe 20 Euro (20 x Rp.12000 = Rp240.000!). Akhirnya setelah mendarat, kita ber5 makan di Kebab House gitu punya orang Libya, baru nganter gue dan adek gue ke hotel tempat kami ber2 (sama adek) nginep buat semalam. Errr..mungkin ini lebih tepatnya bukan hotel sih, tapi kayak motel yg ada di pinggir jalan raya. Tapi kamarnya bagus dan terlihat hangat. Abis unpacking, kami ber5 ke hotel tempat kakek-nenek gue nginep. Ternyata deket banget! Jadi besok paginya kalo mau ke Braunschweig (kota tempat om gue tinggal), gue + adek tinggal narik koper kami, nyebrang jalan, jalan sedikit, sampai deh!
Day 2 - Berlin-Braunschweig (via Poland)
Setelah nginep satu malam di Berlin, kami ber5 ke Braunschweig. Tapi ternyata, om gue mau ke Polandia dulu buat beli rokok buat kiosnya (FYI, om gue buka kios sama warung pizza di Braunschweig)
Jalan ke Polandia dari Berlin makan waktu sekitar 3-4 jam. Itu dengan kecepatan mobil om gue yg gak pernah kurang dari 100 km/jam (wajar, soalnya di Jerman mobilnya sedikit dan kecil-kecil, jadi gampang nyalipnya). Kenapa harus Polandia? Karena harga rokok di situ lebih murah. Dan om gue belinya di toko yg cuma jual rokok dan alkohol. Nah di situ, nenek gue melihat sesuatu yg mirip sama selai strawberry gitu. Pas ditanya, ternyata itu buat shisha -_____-.

Banyak mobil berplat ini di Poland. FYI, inisial di bawah lambang European Union itu adalah inisial nama negara. D is for Deutsch, PL is for Poland, and so on.
Dari Polandia, kami ber5 langsung ke Braunschweig. Karena gue dan adek gue udah gede (dalam hal umur maupun ukuran tubuh), kami ber4 - minus om gue yg punya apartemen sendiri- nginep di salah satu hotel. Lagi-lagi, ini hotel bukan sembarang hotel. Hotelnya ada di sebuah gedung, jadi pemiliknya 'beli' satu unit gitu, nah di unit itu dibikin kamar buat hotelnya.

Ini pintu masuk hotelnya. Jadi 'hotel'nya ada di dalem situ-10 kamar yg lumayan gede, 2 kamar mandi masing" buat cewek-cowok (tapi di kamar kakek-nenek gue udah ada kamar mandinya), dan DAPUR! Dan nenek gue udah menyiapkan berbagai macam ransum yg sangaaaat banyak. Mending kalo bawanya mie instan aja. Nenek gue sampe bawa rendang, dendeng + sambelnya segala! Jadi gak ada yg namanya kangen"an masakan Indonesia, sekalian menghemat uang buat beli makanan di sana - karena susah nyari makanan halal di Braunschweig.



Schlöβ Arkaden!
Jadi selama masa vakum itu, banyak peristiwa yg terjadi, di antaranya:
1. 8 Islamic Skills Competition a.k.a 8 Mission -- selengkapnya baca blognya Ikhsan. Males nulis, hehe
Intinya, acara ini adalah proker Rohis 8 berupa LOKETA (Lomba Keterampilan Agama) dengan 7 cabang lomba - MTQ, Adzan, Marawis, Cerdas Cermat, Jilbab Syar'i, Kultum, dan Kaligrafi. Dan lagi-lagi, gue jadi sekretaris bersama Insan si penjual pulsa (hehe peace san). Dan gue superrrr gabut selama acara karena sekretaris biasanya sibuk di awal dan akhir acara aja, ngurus proposal dan LK. Pra-pelaksanaan acara, kerjanya ....nyatetin rapat. Mana akhir-akhir ini file-ing gue lagi kacau pula, ckck (loh kok curhat). Sayangnya, gue gak dateng pas hari H karena event ke-2 yg akan terjadi setelah ini. Lengkaplah sudah dua tahun sebagai anak Rohis dan gak pernah dateng 8 Mission -___- Dan alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan lebih baik dari tahun lalu.
2. Tour de Germany
Musim liburan memang belum lewat- jangan berpikir kalian udah melewatkan musim liburan. Di saat 8 lagi hectic dengan segala-macam-ujian dan gue dengan preparation AS level exam, di mana gue mengambil 4 subjects - Math, Physics, Biology, General Paper - dan kebanyakan temen-temen gue ngambilnya cuma Math aja (karena wajib), gue diajak liburan ke Jerman. Cukup gila, bukan? Dan mungkin, kata 'liburan' di sini agak kurang tepat, karena gue diajak karena:
1) Adek gue udah liburan. Satu setengah bulan sampai tasyakuran.
2) Kakek-Nenek gue mau jenguk om yang tinggal (dan udah jadi warga negara) di sana. Karena mereka udah lansia, mana Nenek gue lututnya bermasalah, Kakek gue susah jalan karena obesitas, jadi mereka perlu GUARDIAN. Inilah tugas utama gue di sana.
3) Gue udah berusaha biar gak ikut ke sana karena -again, gue (sok) sibuk sama persiapan AS level, dan makin deket hari-H ujian, pasti banyak Try Out". Dan yg sebelnya.. gue gak ikut 8 Mission :'( Mana bokap-nyokap gue juga gak bisa cuti, akhirnya anak tertuanyapun dijadikan tumbal.
Oke, kita mulai perjalanan kita. Kencangkan sabuk pengaman anda, tegakkan sandaran kursi, kunci dan lipatlah meja yang berada di depan anda.
Day 1 and 2 (30 April 2010): Jakarta - Doha - Berlin Tebak jam berapa gue take off dari Soekarno-Hatta? Bener, jam setengah 2 pagi. Naik Qatar Airways ke Berlin dan harus transit di Doha (ibukotanya Qatar). Perjalanannya sekitar 7-8 jam dan nyampe di Doha jam setengah 6 pagi waktu sana (Waktu Indonesia Barat dikurang 4 jam). Pas ngantri mau transitnya...banyak banget orang Indonesianya! Se-security X-Ray barang-nyapun orang Indonesia! Soalnya pas pesawat gue mendarat, trus kan banyak TKI-TKI gitu, si petugasnya bilang, "Sabar mbak..jangan desek-desekan.." Mana TKInya ada yg salah masuk ke bagian transit, lagi! Bukannya ke bagian yg mau masuk negaranya. Akhirnya, serombongan penuh TKI pindah dari barisan transit ke bagian masuk ke Qatar-nya, phew!
Setelah melewati X-Ray, akhirnya masuk dan ke gate tempat masuk pesawatnya. Tapi, di boarding passnya bilang kalo gue berangkatnya jam setengah 1 siang. Artinya...gue mesti nunggu 7 jam di airport!!! Akhirnya gue dan adek gue (kita berangkat berdua dari Jakarta-Berlin) keliling-keliling airport kayak anak hilang! Dari Duty Free Shop-nya, Cafe, sampe nyari-nyari stop kontak buat nyolokin adapter laptop biar bisa pake Wi-Fi gratis. Nyatanya? Gak bisa connect sama sekali -___- Mana HP gue juga gak bisa dipake di sana, mungkin karena im3 abalan *jahat*, padahal HP adek gue yg pake Matrix bisa dipake, bzzt.
Selain itu, gue juga norak banget. Karena ini pertama kalinya gue ke luar negeri sendiri (adek gue gak dihitung soalnya dia maunya ngekor gue aja) dan pertama kalinya juga gue transit, gue bolak-balik ke security desk buat nanyain koper-koper. Padahal orang securitynya udah bilang, "It's fine", tapi gue tetep aja cemas! Sampe orang securitynya bosen ngeliat gue kali ya, haha. Akhirnya setelah nunggu 7 jam di sana, gue berangkat juga ke Berlin.
Di Berlin, ternyata koper gue ada! *norak maksimal* Alhamdulillah. Dan ternyata, kakek-nenek gue udah nunggu di sana juga. Om gue dan mobilnya lagi muter, soalnya biaya parkir di airport Berlin Tegel mahal banget! Katanya 1 jam bisa sampe 20 Euro (20 x Rp.12000 = Rp240.000!). Akhirnya setelah mendarat, kita ber5 makan di Kebab House gitu punya orang Libya, baru nganter gue dan adek gue ke hotel tempat kami ber2 (sama adek) nginep buat semalam. Errr..mungkin ini lebih tepatnya bukan hotel sih, tapi kayak motel yg ada di pinggir jalan raya. Tapi kamarnya bagus dan terlihat hangat. Abis unpacking, kami ber5 ke hotel tempat kakek-nenek gue nginep. Ternyata deket banget! Jadi besok paginya kalo mau ke Braunschweig (kota tempat om gue tinggal), gue + adek tinggal narik koper kami, nyebrang jalan, jalan sedikit, sampai deh!
Day 2 - Berlin-Braunschweig (via Poland)
Setelah nginep satu malam di Berlin, kami ber5 ke Braunschweig. Tapi ternyata, om gue mau ke Polandia dulu buat beli rokok buat kiosnya (FYI, om gue buka kios sama warung pizza di Braunschweig)
Jalan ke Polandia dari Berlin makan waktu sekitar 3-4 jam. Itu dengan kecepatan mobil om gue yg gak pernah kurang dari 100 km/jam (wajar, soalnya di Jerman mobilnya sedikit dan kecil-kecil, jadi gampang nyalipnya). Kenapa harus Polandia? Karena harga rokok di situ lebih murah. Dan om gue belinya di toko yg cuma jual rokok dan alkohol. Nah di situ, nenek gue melihat sesuatu yg mirip sama selai strawberry gitu. Pas ditanya, ternyata itu buat shisha -_____-.

Banyak mobil berplat ini di Poland. FYI, inisial di bawah lambang European Union itu adalah inisial nama negara. D is for Deutsch, PL is for Poland, and so on.
Ini pintu masuk hotelnya. Jadi 'hotel'nya ada di dalem situ-10 kamar yg lumayan gede, 2 kamar mandi masing" buat cewek-cowok (tapi di kamar kakek-nenek gue udah ada kamar mandinya), dan DAPUR! Dan nenek gue udah menyiapkan berbagai macam ransum yg sangaaaat banyak. Mending kalo bawanya mie instan aja. Nenek gue sampe bawa rendang, dendeng + sambelnya segala! Jadi gak ada yg namanya kangen"an masakan Indonesia, sekalian menghemat uang buat beli makanan di sana - karena susah nyari makanan halal di Braunschweig.
Makanan-makanan ini dengan sukarela dimasukkan ke dalam koper dan dimasukkan ke bagasi, demi memenuhi perut-perut lapar kami di negeri orang
Di Braunschweig, kami berempat jalan-jalan ke sekitar daerah situ. Udaranya masih superrr bersih, dingin (padahal itu masih transisi dari Spring ke Summer) sampai" gue harus pake sweater tebel yg untungnya baru dikasih (dan bodohnya karena gue pikir udah summer, gak bakal sedingin itu. Crap). Udaranya bersih banget karena mayoritas orang Jerman travelling naik sepeda, jalan kaki, naik bus atau trem. Sepeda motor aja jarang banget gue temuin, dan sekalinya ketemu, rider-nya pakai protection kayak mau lomba Moto GP. Dan salah satu tempat yg dikunjungi adalaaaah:Schlöβ Arkaden!
Gedung ini tadinya adalah istana raja yg diubah jadi shopping district. Besaaaar banget, dan hanya berjarak satu stasiun trem kalo naik trem dari Hagenmarkt - tempat gue nginep. Jadi lumayan sering ke sana, hehe.
Day 3 and on - Braunschweig Independent City Tour
Gak, gue gak ikut tour manapun buat keliling Braunschweig. Hanya mengandalkan ingatan nenek yg tiap tahun selalu ke Jerman (buat ngunjungin om gue, pastinya), kami berempat jalan-jalan di Braunschweig. Dan karena gue jalan-jalan sama orang tua, jadi gak banyak tempat yg dikunjungin. Untungnya kadang-kadang kakek-nenek gue pengen istirahat, dan mereka memberikan izin gue dan adek gue buat jalan-jalan, hehe.
Salah satu tempat yg gak sengaja dikunjungi adalah suatu shopping district yg baru gue sadari adalah tempat gue pernah hilang pas ke Jerman 10 tahun yg lalu!! Gue masih inget banget hilang di situ karena letak toko-tokonya gak ada yg berubah sama sekali. Kenapa gue hilang di situ 10 tahun yg lalu? Karena gue pergi bareng adeknya nenek gue, dan doi mau beli coklat buat cucunya, dan di antara kami, gak ada yg tahu jalan pulang! Untungnya gue bawa permen dari hotel tempat kami nginep, jadi gue nanya jalan sambil nunjukin permen yang berlogokan lambang hotel tersebut, hahaha.
Salah satu site di shopping district tersebut:


Btw, kenapa gue bilang 'gak sengaja dikunjungi'? Karena waktu itu gue dan adek gue lagi nyari money changer bernama Raisebang-the one and only money changer around Schlöβ Arkaden, mereka bilangnya 'You can walk for ten minutes, then you can find Raisebank'. Setelah muter-muter sana sini, akhirnya ketemu! Tapi ternyata bank-nya lagi istirahat, jadi kami jalan-jalan dulu sambil narsis sana sini :D
Buat orang yg follow twitter gue (@rahmatikadiinzu), gue pernah ngetweet 'Test ngetweet dari telepon umum', dan inilah telepon umum yg gue maksud. Telepon umum bertouchscreen keluaran T-Mobile ini sebenarnya adalah Wi-fi router, jadi kalo cari Wi-fi sekitar telepon itu, pasti ketemu. Too bad, Wi-finya gak gratis (semacem Wi-fi im2 kalo di Indonesia). Mengapa bertouch screen? Karena telepon umum ini juga bisa berfungsi sebagai tourist information. Masukkan koin ke slot di sebelah kanan bawah screen, dan pakailah telepon umum ini sesukamu hingga waktunya habis. Sayangnya, di telepon umum ini gak ada web browser, dan hanya bisa buka Twitter, Google, dan email client seperti Hotmail atau Yahoo. FYI, di belakang telepon umum itu adalah toilet umum super keren (sayangnya gak sempet difoto) seharga 20 sen sekali masuk.
Btw, kenapa gue bilang 'gak sengaja dikunjungi'? Karena waktu itu gue dan adek gue lagi nyari money changer bernama Raisebang-the one and only money changer around S
Semacem 'Giant'nya Jerman. Dan layaknya supermarket lainnya di Jerman, kita harus beli kantong plastik buat bawa belanjaan, ato gak kita bawa sendiri kantong belanjaan. Kerennya lagi, kita bisa daur ulang botol minum dengan masukin botolnya ke dalem mesin, dan kita bisa dapet 25 sen per botol dan bisa jadi diskon kalo kita belanja di supermarketnya :)
Day 3 and on - Braunschweig Independent City Tour
Gak, gue gak ikut tour manapun buat keliling Braunschweig. Hanya mengandalkan ingatan nenek yg tiap tahun selalu ke Jerman (buat ngunjungin om gue, pastinya), kami berempat jalan-jalan di Braunschweig. Dan karena gue jalan-jalan sama orang tua, jadi gak banyak tempat yg dikunjungin. Untungnya kadang-kadang kakek-nenek gue pengen istirahat, dan mereka memberikan izin gue dan adek gue buat jalan-jalan, hehe.
Salah satu tempat yg gak sengaja dikunjungi adalah suatu shopping district yg baru gue sadari adalah tempat gue pernah hilang pas ke Jerman 10 tahun yg lalu!! Gue masih inget banget hilang di situ karena letak toko-tokonya gak ada yg berubah sama sekali. Kenapa gue hilang di situ 10 tahun yg lalu? Karena gue pergi bareng adeknya nenek gue, dan doi mau beli coklat buat cucunya, dan di antara kami, gak ada yg tahu jalan pulang! Untungnya gue bawa permen dari hotel tempat kami nginep, jadi gue nanya jalan sambil nunjukin permen yang berlogokan lambang hotel tersebut, hahaha.
Salah satu site di shopping district tersebut:
Air mancur di depan gereja bergaya Romantik. Gerejanya ada di belakang fotografer
Buat orang yg follow twitter gue (@rahmatikadiinzu), gue pernah ngetweet 'Test ngetweet dari telepon umum', dan inilah telepon umum yg gue maksud. Telepon umum bertouchscreen keluaran T-Mobile ini sebenarnya adalah Wi-fi router, jadi kalo cari Wi-fi sekitar telepon itu, pasti ketemu. Too bad, Wi-finya gak gratis (semacem Wi-fi im2 kalo di Indonesia). Mengapa bertouch screen? Karena telepon umum ini juga bisa berfungsi sebagai tourist information. Masukkan koin ke slot di sebelah kanan bawah screen, dan pakailah telepon umum ini sesukamu hingga waktunya habis. Sayangnya, di telepon umum ini gak ada web browser, dan hanya bisa buka Twitter, Google, dan email client seperti Hotmail atau Yahoo. FYI, di belakang telepon umum itu adalah toilet umum super keren (sayangnya gak sempet difoto) seharga 20 sen sekali masuk.
Btw, kenapa gue bilang 'gak sengaja dikunjungi'? Karena waktu itu gue dan adek gue lagi nyari money changer bernama Raisebang-the one and only money changer around Schlöβ Arkaden, mereka bilangnya 'You can walk for ten minutes, then you can find Raisebank'. Setelah muter-muter sana sini, akhirnya ketemu! Tapi ternyata bank-nya lagi istirahat, jadi kami jalan-jalan dulu sambil narsis sana sini :D
Buat orang yg follow twitter gue (@rahmatikadiinzu), gue pernah ngetweet 'Test ngetweet dari telepon umum', dan inilah telepon umum yg gue maksud. Telepon umum bertouchscreen keluaran T-Mobile ini sebenarnya adalah Wi-fi router, jadi kalo cari Wi-fi sekitar telepon itu, pasti ketemu. Too bad, Wi-finya gak gratis (semacem Wi-fi im2 kalo di Indonesia). Mengapa bertouch screen? Karena telepon umum ini juga bisa berfungsi sebagai tourist information. Masukkan koin ke slot di sebelah kanan bawah screen, dan pakailah telepon umum ini sesukamu hingga waktunya habis. Sayangnya, di telepon umum ini gak ada web browser, dan hanya bisa buka Twitter, Google, dan email client seperti Hotmail atau Yahoo. FYI, di belakang telepon umum itu adalah toilet umum super keren (sayangnya gak sempet difoto) seharga 20 sen sekali masuk.
Btw, kenapa gue bilang 'gak sengaja dikunjungi'? Karena waktu itu gue dan adek gue lagi nyari money changer bernama Raisebang-the one and only money changer around S
My second favourite spot:
Day 7 - Berlin and Home
Karena bentrok sama AS Level Pure Math, gue mesti pulang lebih awal dari adek dan kakek-nenek gue. Padahal mereka mau ke Munich, jenguk istrinya Pak Habibie :( Akhirnya gue pulang sendiri Berlin-Jakarta.
Pas jalan dari Berlin-Doha, pesawatnya super sepi. Gue duduk di tempat yg bertiga dan cuma diisi berdua sama orang India. Dan pas dari Doha-Jakarta..rame sama TKI dan orang" yg baru pulang umroh. Karena gue ada di seat agak belakang dan jatahnya buat berdua, seatmate gue adalah seorang TKI yg udah sekian lama gak pulang kampung. Percakapanpun dimulai.
T (TKI): Mbak, pulang ke Jakartanya ke mana?
G (gue): Ke Kuningan mbak
T : Kuningan.. Jawa Barat?
G : *facepalming* Bukan mbak. Kuningan.. Mega Kuningan.. Setiabudi.
T : Tapi itu di Jawa kan?
G : Iya (karena gue pikir awalnya 'Jawa' itu 'Pulau Jawa', jadinya..)
T : Ooh, Jawa Timur?
G : *cuek, gak dengerin lagi*
Beberapa saat kemudian..
T : Gimana mbak, 3 tahun di sini?
G : *mikir. 3 tahun? Jangan bilang maksud lo..* Nggak mbak, saya bukan TKI. Saya baru pulang dari Berlin. (dalem hati: Enak aja, lo kira gue TKI? Mentang" gue pake kerudung, jadinya..)
Dan TKI itu agak 'sedikit' mengekor gue. Dari menu makanan, sampe form bea cukai gue juga dicontek. Bukannya sok hebat, tapi dari dulu gue risih kalo diplagiatin. Huuuh. Untungnya perjalanan Doha-Jakarta lumayan cepat berlalu.
I totally miss Germany a lot. I wish I can attend a certain university there.
Karena bentrok sama AS Level Pure Math, gue mesti pulang lebih awal dari adek dan kakek-nenek gue. Padahal mereka mau ke Munich, jenguk istrinya Pak Habibie :( Akhirnya gue pulang sendiri Berlin-Jakarta.
Pas jalan dari Berlin-Doha, pesawatnya super sepi. Gue duduk di tempat yg bertiga dan cuma diisi berdua sama orang India. Dan pas dari Doha-Jakarta..rame sama TKI dan orang" yg baru pulang umroh. Karena gue ada di seat agak belakang dan jatahnya buat berdua, seatmate gue adalah seorang TKI yg udah sekian lama gak pulang kampung. Percakapanpun dimulai.
T (TKI): Mbak, pulang ke Jakartanya ke mana?
G (gue): Ke Kuningan mbak
T : Kuningan.. Jawa Barat?
G : *facepalming* Bukan mbak. Kuningan.. Mega Kuningan.. Setiabudi.
T : Tapi itu di Jawa kan?
G : Iya (karena gue pikir awalnya 'Jawa' itu 'Pulau Jawa', jadinya..)
T : Ooh, Jawa Timur?
G : *cuek, gak dengerin lagi*
Beberapa saat kemudian..
T : Gimana mbak, 3 tahun di sini?
G : *mikir. 3 tahun? Jangan bilang maksud lo..* Nggak mbak, saya bukan TKI. Saya baru pulang dari Berlin. (dalem hati: Enak aja, lo kira gue TKI? Mentang" gue pake kerudung, jadinya..)
Dan TKI itu agak 'sedikit' mengekor gue. Dari menu makanan, sampe form bea cukai gue juga dicontek. Bukannya sok hebat, tapi dari dulu gue risih kalo diplagiatin. Huuuh. Untungnya perjalanan Doha-Jakarta lumayan cepat berlalu.
I totally miss Germany a lot. I wish I can attend a certain university there.
Subscribe to:
Posts (Atom)
