Showing posts with label wishes. Show all posts
Showing posts with label wishes. Show all posts

29 March 2011

P.A.C.A.R.A.N, nggak atau iya? :p

Suatu pagi, belasan menit sebelum bel masuk berbunyi di SMA-ku, seorang teman melontarkan pertanyaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya,

“Fah, lo mau gue cariin pacar, gak?”

Hah? Dengan muka bingung, lantas berganti nyengir aku menjawab,
“Gak usah, Lin, nih aku dah punya banyak,” seruku sambil menarik buku-buku semi tebal dari dalam tas.

Gantian temanku yang cengengesan. Dasar.

Kali lain, teman seperjalanan pulangku bertanya, “Fah, kenapa sih kamu gak mau pacaran?”

Sambil berusaha menghindari genangan air di depan pasar Pondok Labu, aku berseru pelan,

“Kenapa ya, Sri?”

“Yee, orang nanya balik nanya.”

So?

Ini prinsipku, Sri. Tahu kan, kalau Allah sudah menjanjikan dalam Al Qur’an, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Sepanjang kehidupanku, aku percaya janji Allah selalu benar.

Gini lho, kalau misalkan orang yang kita sayang menjanjikan sesuatu pada kita, kita akan dengan senang hati percaya, kan. Karena ibu, ayah, atau siapapun yang menyayangi kita akan berusaha menepati janji itu untuk membahagiakan kita. Kalaupun mereka tidak bisa menepatinya, mereka yang akan pertama kali bersedih karena keterbatasannya. Kalau manusia saja begitu, Allah pasti gak akan pernah menyalahi janji-Nya, karena Ia adalah Dzat yang paling mencintai kita, dan Ia adalah Penguasa Mutlak Alam Raya ini, Ia akan selalu memberi tanpa batas, tak ada yang bisa membatasi kekuasaan-Nya. Kalau Ia sudah berjanji, maka itu adalah sebenar-benarnya janji.

Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, berarti Allah sudah memudahkan kita, kan? Kalau mau dapat pasangan yang baik, berarti yang harus kita lakukan adalah menjadi baik terlebih dahulu. Kalau misalkan mau dapat pasangan yang hafal Qur’an, misalnya, kita juga harus mulai menghafal Qur’an. Atau kalau mau dapat pasangan yang pengertian, kita juga harus mulai menjadi orang yang pengertian. Karena saat seseorang menetapkan standar pada dirinya, hal itu akan mempengaruhi pilihan-pilihannya di saat ia harus memutuskan sesuatu. Iya, kan?

Makanya, aku lebih memilih membenahi diriku dulu, membangun kualitas-kualitas yang kusukai, jadi nanti pas memang sudah waktunya, aku sudah lebih siap. Lagian kalau pacaran, kita jadi kehilangan waktu untuk membangun hal-hal itu, kan? Kita lebih banyak tersibukkan dengan hal-hal yang sekarang, mungkin iya kadang-kadang ada yang memikirkan untuk ke depannya, tapi itu juga gak menjamin. Banyak orang yang tidak menjadi dirinya saat menjadi seorang pacar. Ia berusaha terlihat sempurna, atau paling tidak ia hanya ingin sisi baiknya saja yang terlihat. Kalau gak, siapa coba yang mau jadi pacarnya, hehe. Tapi kalau menikah kan beda, saat kita menikahi seseorang, kita gak bisa memilih hanya menikahi sisi baiknya, harus sepaket sama sifat-sifatnya yang lain. Lho, jadi jauh gini ya ngomongnya, hehe.
Jadi, menurutku, kalau orang lain berdalih, “Saya pacaran untuk bisa lebih mengenal pasangan saya,” rasanya itu bukan jalan yang pas.

Lagipula, aku gak mau mencari sesuatu yang baik untukku dengan cara yang tidak baik menurut-Nya.

Pandangan aja harus dijaga, apalagi berdua-duaan. Tapi bukan artinya pacaran gak boleh. Pacaran boleh, kok, nanti kalau udah nikah, hehe..

Mungkin iya, kita bisa dapat pasangan yang terasa ‘cocok’ untuk kita, tapi aku takut, kalau Allah gak suka caraku untuk mendapatkannya, aku bisa kehilangan nilai keberkahan di dalamnya. Padahal, hidup kita di sini kan untuk mendapat cinta-Nya kan?

Saat itu, aku ingat salah satu kalimat yang sempat terpikir di baris otakku,

Pangeran akan datang jika sudah tiba saatnya.
Sebelum waktu itu tiba, pangeran dan putri harus saling menjaga dirinya masing-masing, supaya pertempuan itu lebih sempurna.


taken from: here

24 January 2011

NĂ¼ Year: New spirit, new life, new problems

Selamat H+23 Tahun Baru!! Ini postingan pertama saya di tahun ini.

Tahun Baru 2011 merupakan pertanda buat saya dan teman-teman kelas 12 lainnya, bahwa ini adalah 5 bulan terakhir kami sebagai anak sekolah. Dimulainya semester kedua seharusnya jadi semester yg bener-bener serius, karena hidup-mati dunia perkuliahan ada di semester ini.

Dan semester ini adalah semester super galau. Semua orang galau. Dari pemerintah yg menghapus PPKB atau PMDK, ujian mandiri yg dihapus, sistem penerimaan PTN yg kembali ke format jadul dengan SNMPTN, dan gak heran kalo semua keputusan galau dari pemerintah kita yg galau ini bikin angkatan kami galau.

Gimana gak? Semuanya dilontarkan tiba-tiba. Ujian mandiri dihapus, ini agak bikin teman-teman saya kocar-kacir. Biaya pendaftaran sudah ditransfer, formulir sudah diisi, dan akhirnya..... dibatalin. Tiba-tiba. Saya pikir, PTN itu cukup berani utk mengambil langkah berani, tapi ternyata PTN itu ikutan galau gara-gara banyak yg udah daftar, sementara pemerintah hampir menuntut PTN tersebut. Hhhh.

Balik ke SNMPTN? Ini agak 'bermasalah' bagi saya, karena dengan bayangan ujian mandiri yg dilaksanakan 3-4 bulan sebelum masuk, kami mendapatkan liburan ekstra sebagai upah kerja keras kami selama setahun ini. Tapi nyatanya....balik lagi ke SNMPTN yg diadakan 1.5 bulan sebelum masuk PTN. KAMI BUTUH LIBURAN PAK, BU!!!! *marah*.

Dan klimaksnya adalah pembatalan PMDK. Beberapa teman saya ada yg mendaftar PMDK UI untuk kelas reguler maupun Internasional. Dan ternyata, PMDK UI untuk kelas Reguler dialihkan ke SNMPTN Undangan. Serius, ini kasian banget. Teman-teman saya yg sudah mendaftar dari akhir November, harap-harap cemas dengan hasilnya, dan ternyata berita yg mereka dapatkan bukanlah apa yg mereka harapkan. Kesel gak sih? Rasanya kayak tikus yg dipancing keju ke rumah tikus yg lebih bagus, padahal nyatanya gak lebih dari tembok biasa. Sakit banget. Sedangkan PMDK UI Inter ditunda sampai April.

Indonesia, Indonesia. 65 tahun umurmu, masih galau juga? Kalah dewasa dengan Singapore dan Malaysia yg jauh lebih muda darimu.

Kesemua itu memang tidak saya alami secara langsung, tapi yang paling bikin saya sakit hati adalah kegalauan ibu saya. Awalnya dia menasehati saya utk tidak ikut tes masuk NTU/NUS, fine. Saya terima dengan lapang dada walaupun sedikit sakit hati. Kemudian, dia menjanjikan saya untuk mengikuti preparation class khusus untuk kuliah ke negeri orang, fine. Saya seneng banget, karena memang jurusan yg ingin saya masuki hanya ada di negara itu. Dan terakhir yang saya tahu, dia memalsukan pernyataan orang lain dalam keputusannya, di mana sebenernya semua itu hanya keputusannya semata. Dan membatalkan janji secara sepihak. Siapa yg gak sakit hati? Saya lebih senang kalau permasalahannya sudah dikatakan di awal pembicaraan, kalau saya memang gak boleh keluar negeri. Tapi, dia memaksakan keinginan pribadinya, ditambah dia mengikuti saran orang lain yang seharusnya tidak ikut campur dengan masalah ini, yang menghasilkan keputusan yg tidak menyenangkan ini. Dan dia tidak henti-hentinya membicarakan bagaimana dunia kedokteran dibutuhkan di dunia, dan bla bla bla.

Ah, entahlah. Mungkin kalau keputusannya memang masih dipaksa jadi dokter, saya lebih memilih utk tidak kuliah sama sekali. Gak ada yg lebih gue benci di dunia ini -setelah satu orang yg menyebalkan- selain dunia kedokteran. Mending buka bisnis, atau apakek. Padahal saya udah ikut fingerprint test atas rekomendasi Putri, di mana saya bisa mengetahui bakat yg saya emban secara genetik. Dan hasilnya adalah: saya lebih cocok jadi pebisnis daripada pekerja professional seperti dokter. Tapi apa tindak lanjutnya? Gak ada. Dia bahkan gak mendukung saya utk jadi apapun itu selain dokter. 

Haaaaah kebanyakan curcolnya nih. Maap yey, blog saya ini kebanyakan curcol, hehe :D

"And I can't fight this feeling anymore.. I've forgotten what I've started fighting for.." - Can't Fight This Feeling, Reo Speedwagon

(Next post: Mungkin tentang konser Cantabile! yang akan saya tonton Kamis ini. Remind me!)

29 May 2009

my wishes :)

13 days until my birthday *sigh*

Why do I disappointed? Well, it's my second birthday that I passed at home after my arrival from that thingy boarding school. The first one was last year, and it's the worst one. I woke up and my parents didn't say anything to me. THEY FORGOT MY BIRTHDAY wth. Actually I heard when I tend-to-be-slept, my mom reminded my father when he was going to work. I also heard that my mom said 'happy birthday' to me, but heeey I WAS sleeping (well, actually tend-to-be) and my parents just went away. I stayed at home, watched the TV, inet-ing, and did my usual routinities. And I didn't go anywhere that day :( Since then, I really really hate my birthday.

Why?
I never being asked about what present do I want, or they have any initiative. They thought that I'm mature enough to be understand that birthday doesn't equal to present :( :( :( huaaaah. And the last present that I received was when I accepted as the big 8 and got some dispensation if I entered SMP Al-Izhar Pondok Labu. But after that, they moved me away to that boarding things :( I always envy my friends who always got new things without no special things or big things that she got, because I've ever heard from my friend that she told her mother everything about me, who won many competitions (sorry for being arrogant) bla bla. And her mother told her, if she could be like me, her mother would buy anything for her.

WHAAAAAT?
WHAT DID I RECEIVED FROM MY PARENTS? EVEN NO APPRECIATION, ENTHUSIASM, OR ANY 'CONGRATULATION' WORDS NEVER ARRIVED ON MY EARS. I won all the competitions for myself and school. I never have any aim to make my parents proud of me. I've done it, obviously. But they seems never be satisfied with what I've done. They still angry to me, tend to kill me, or any things that make me regretted that I was born to this world. I really really need anybody to be relied on, since I (almost) never believe my parents anymore.

STOOOP BEING SO TEARFUL. don't cry at me (gr banget sih). Well although I (almost) never received any birthday gift, it doesn't mean that I don't have any wishes right? Or it better being written with : it doesn't mean that I don't have any wishes since I have no hope on birthday, right? I really want to have part-time job, or I want to play options!!

Hmmm I interested to these things lately:

Canon EOS 500D. Suitable for beginners, and also quite suitable for pockets

Think that I'm a trend-follower? Nah-nah. My father was interested in photography and he ever had a manual DSLR camera. And photographer was my dream job when I was in Junior High.


This one is also so flirtatious

Sony Hard Disk Drive (HDD) - DCR-SR87E. 80 GB

Huaaaah I'm falling in love at the first sight with this :)

OR

Wakatobi Mini 963. Tablet PC and netbook in one pack

I really love Tablet PC since I saw an application on Facebook, Graffiti. It's an application that exhibit artworks that the users make, and most of them are extremely cool! When I saw at the coolest one, I just know that he/she made it with Tablet PC. And I want to have one to make me easier for doodling or scribbling things that I usually did, and then submit it. Oh yes, this one is made for schoolers and collegers.

I know, all of them are not cheap. But it's fair (in my opinion), for me who never got any birthday gifts since 5 years ago. OR I can't hope anyone will give me, but I tried to make some money until someday I can afford them!

Anyone can teach me how to play options or stocks?