This is my workplace - my sky which will be filled by my clouds of thoughts and appears as a beautiful panorama.
03 March 2009
hidup menghisap! (a.k.a life sucks!)
"Kenapa orang dewasa makin umurnya nambah, bukannya makin dewasa, tapi makin kekanakan?"
Hal ini baru gue temuin beberapa bulan akhir ini, di mana nyokap gue kayaknya udah angkat tangan sama semua kelakuan gue yg 'tak terduga' yg gue lakukan di rumah, mengingat gue SMP di boarding, bukan di sekolah full day. Mungkin dia gg menduga kalo ternyata gue kayak gini (jangan mikir aneh-aneh. I'm still a good girl though).
Hmm gimana gue bisa menyimpulkan hal itu? Gue menyimak tingkah laku bokap nyokap gue dengan baik sekali. Gimana nggak? Gue tinggal bertiga sama mereka; ditambah kakak angkat gue satu orang.
Dari hasil pengamatan gue, ada beberapa pernyataan yg mendukung hipotesis tersebut (waw jadi formal! -apacb-)
1. Seneng banget nyuruh orang buat ngambilin sesuatu, padahal jarak dia ke benda tsb lebih deket dari jarak orang yg disuruh ke benda tsb.
2. Kalo bangun tidur suka ngomel-ngomel, sampe kena imbas ke orang sekitarnya, dan akhirnya orang tersebut kabur dari rumah.
3. Nggak mau ngalah, terutama sama anak sendiri. Sedikitpun.
4. LEBAY. Banget. Lebaynya bukan dalem bentuk aksi atopun perkataan, tapi lebih daripada itu. Lebaynya 'terutama' dalem hal menduga-duga, kayak "Kenapa ni hape kok error terus?" trus dia pasti jawab "Iya nih, setannya mau halang"in ak buat gini gini bla bla..". Padahal function hape tersebut agak di 'miring'kan, dan tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (asyik deeeh)
See? Kadang-kadang gue suka gg percaya kalo gue bisa tumbuh dgn lingkungan keliarga kayak gini. Dan terserah apa opini kalian tentang gue yg gg bisa 'hidup normal' layaknya remaja seusia gue. Yang perlu gue tekankan, ini perilaku gg sehat sama sekali. Dan gara-gara ini, gue bener-bener pengen jadi housewife. haaah :(
Punya ide untuk mengatasi orang seperti ini?
15 February 2009
a really bad generation
detikcom - Jumat, Februari 13
Astaga! Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun telah menjadi ayah. Pacar anak tersebut baru saja melahirkan seorang bayi buah hubungan mereka.

Alfie Patten, anak asal Inggris itu merasa senang memiliki bayi. "Saya pikir akan menyenangkan memiliki bayi," kata Alfie yang wajahnya tampak jauh lebih muda dari usianya, seperti dilansir tabloid Inggris, The Sun, Jumat (13/2/2009).Kekasih Alfie, Chantelle Steadman (15) melahirkan seorang bayi perempuan di Rumah Sakit Eastbourne, Sussex Timur, Inggris. Bayi tersebut diberi nama Maisie Roxanne.
Alfie berumur 12 tahun saat Chantelle mengandung bayi mereka. Keduanya memutuskan untuk tidak melakukan aborsi. Mereka terus merahasiakan kehamilan tersebut hingga saat usia kehamilan Chantelle 18 minggu, ibunya mencurigai tubuh putrinya yang semakin gemuk.
"Kami ingin memiliki bayi itu namun kami khawatir bagaimana orang akan bereaksi," tutur Alfie yang tinggal bersama ibunya. Ayah Alfie, Dennis telah berpisah dari ibunya.
Senada dengan Alfie, Chantelle pun yakin akan menjadi orangtua yang baik bagi anak mereka. "Saya akan menjadi ibu yang hebat dan Alfie akan menjadi ayah yang hebat," tutur Chantelle.
Meski usianya baru 13 tahun namun Alfie bukan ayah termuda di Inggris. Ayah termuda di Inggris adalah Sean Stewart. Dia menjadi ayah pada umur 12 tahun ketika kekasihnya yang juga tetangga sebelah rumahnya, Emma Webster (15), melahirkan anak mereka pada tahun 1998. Namun keduanya berpisah enam bulan kemudian.